Terekam CCTV, Ini Penampakan ART Saat Culik Anak Prajurit TNI

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 16:45 WIB
Jakarta -

Aksi penculikan bayi dari prajurit Kodam Jaya terekam kamera CCTV. Bayi bernama Daffa Hanif Hamizan terlihat digendong oleh asisten rumah tangga (ART)-nya, S (37), yang meninggalkan rumah dan belum kembali hingga saat ini.

"Tadi pas lagi kerja, saya ditelepon sama suami. Pas suami pulang, anaknya sudah nggak ada," kata Rifdatul Husna, ibu Daffa, saat dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2021).

"Dicarilah keliling asrama, nggak ditemuin. Akhirnya suami mengecek CCTV di sekitar sini," sambungnya.

Rifda merupakan istri dari prajurit Kodam Jaya. Mereka tinggal di Rusun Kodam Jaya di wilayah Cililitan, Jakarta Timur.

Detik-detik penculikan korban terekam pukul 08.45 WIB pagi tadi. Video rekaman CCTV yang diterima detikcom berdurasi 46 detik.

Dalam video rekaman CCTV tersebut, pelaku S tampak berjalan cepat di jalanan perumahan sambil menggendong korban di sisi kiri tubuhnya. S sempat membenahi posisi tubuh korban yang sedang digendongnya dengan kain berwarna gelap.

S terlihat mengenakan baju warna terang, celana panjang warna gelap. Dia memakai masker putih dan menenteng sebuah tas putih dengan tangan kanannya.

"(ART-nya) baru 5 hari kerja," ujar Rifda. Rifda mengaku merekrut S dari seorang penyalur ART.

Anak prajurit Kodam Jaya diculik ARTAnak prajurit Kodam Jaya diculik ART (Dok. Istimewa)

Kasus ini sendiri sudah tersebar di media sosial (medsos). Orang tua korban telah melapor ke polisi dan berharap anaknya bisa segera ditemukan.

Polisi sendiri sedang menelusuri kasus ini. Polisi sedang melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) usai orang tua korban melapor.

"Saya baru mau lihat TKP-nya. Ini masih perjalanan ke TKP," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Sutikno saat dihubungi detikcom, Jumat (21/5).

AKP Sutikno belum mau berkomentar lebih jauh mengenai kasus dugaan penculikan anak ini. Menurutnya, pihaknya akan menyelidiki kebenaran informasi tersebut dengan memeriksa saksi-saksi di lokasi.

"Nanti kalau ada A1 (kebenaran informasinya) akan disampaikan," ujar Sutikno.

(aud/hri)