Eks Kabiro Barang dan Jasa Sulsel Akui Terima Ratusan Juta dari Kontraktor

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 16:32 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Dewan Etik Pemprov Sulsel menyebut eks Kabiro Barang dan Jasa Sari Pudjiastuti mengakui telah menerima uang bernilai ratusan juta rupiah dari beberapa kontraktor di Sulsel. Pemeriksaan ini dilakukan terkait dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemprov Sulsel.

"Oleh Pak Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) tanya itu (eks Kepala Biro Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti). Makanya Kamis kemarin siang dan rapat dan kami meminta kedatangan Ibu Sari. Terus kita tanya, dan beliau terangkan bahwa kami memang menerima uang," kata Plt Inspektorat Pemprov Sulsel Zulkaf S Latief kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

"Dia bilang kami memang dikasih uang oleh kontraktor, tetapi dia bilang tendernya sudah selesai semua. Jadi dia bilang begitu," imbuhnya.

Zulkaf sempat menanyakan alasan pemberian uang tersebut kepada Sari. Sari saat itu mengaku tidak mengetahui alasan pemberian uang tersebut. Pada sidang etik itu, Sari mengaku tidak pernah meminta uang kepada kontraktor tersebut, termasuk saat ditanyakan apakah itu berhubungan dengan success fee.

"Saya tidak tahu apa namanya, karena saya tanya apa namanya itu (pemberian uang). Dia bilang saya tidak tahu kenapa saya tiba-tiba dikasih uang. Menurut dia, dari kontraktor (pemberian uang)," ucapnya.

Setelah menerima uang itu, Sari kemudian membagikan uang tersebut kepada stafnya. Total yang diterima itu Rp 410 juta. Pengembalian dilakukan setelah Sari diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Setelah kita tahu ini, kode etiknya ASN kan tidak boleh menerima dan sudah mengaku menerima, ya sudah. Artinya, kuat dugaan melanggar. Karena Anda melanggar, kami Kode Etik mengatakan kepada Gubernur ada dugaan pelanggaran. Jadi perlu dilakukan pemeriksaan. Itunya orangnya sudah mengaku," tegas dia.

(tfq/nvl)