Doa Kesembuhan Orang Sakit Menurut Ajaran Rasulullah SAW dan Adabnya

Kristina - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 13:32 WIB
ilustrasi anak berdoa
Foto: iStock/Doa Kesembuhan Orang Sakit Menurut Ajaran Rasulullah SAW
Jakarta -

Doa kesembuhan orang sakit dipanjatkan pada Allah SWT agar segera mengangkat gangguan yang dialami. Buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW menjelaskan, ada beberapa versi doa kesembuhan orang sakit.

Penulis Syaikh Sa'ad Al-Qathani menjelaskan beberapa versi doa kesembuhan orang sakit dalam Arab dan latin. Doa bisa dibaca sesuai kondisi orang sakit dengan mengikuti adab-adab yang telah ditentukan.

Berikut doa kesembuhan orang sakit dan adabnya:

1. Doa kepada orang sakit

Diriwayatkan oleh Bukhari, berikut doa yang pernah dilakukan Rasulullah ketika mendatangi orang sakit,

Gambar 1 doa kesembuhan orang sakitGambar 1 doa kesembuhan orang sakit. Foto: Screenshoot buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW

Artinya:"Tidak apa-apa, semoga sakitmu ini dapat membersihkan kesalahanmu, Insya Allah."

Atau bisa juga mengucapkan doa berikut ini sebanyak tujuh kali.

Gambar 2 doa kesembuhan orang sakitGambar 2 doa kesembuhan orang sakit. Foto: Screenshoot buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW

Artinya:"Aku mohon kepada Allah yang Maha Mulia pemilik 'Arasy Yang Agung, agar Dia menyembuhkanmu."

2. Doa bagi orang sakit yang tidak bisa sembuh

Diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Gambar 3 doa kesembuhan orang sakitGambar 3 doa kesembuhan orang sakit. Foto: Screenshoot buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW

Artinya:" Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku dan pertemukan aku dengan teman yang tinggi derajatnya (para nabi dan orang shaleh)"

Atau bisa juga membaca doa seperti diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:

Gambar 4 doa kesembuhan orang sakitGambar 4 doa kesembuhan orang sakit. Foto: Screenshoot buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW

Artinya:"Rasulullah saat akhir hayatnya memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu mengusapkan ke wajahnya seraya berkata la ilaha illallah "Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, sesungguhnya setiap kematian ada sekaratnya (penderitaan yang teramat sangat)."

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa lain sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam shahihnya,

Gambar 5 doa kesembuhan orang sakitGambar 5 doa kesembuhan orang sakit. Foto: Screenshoot buku Kumpulan Doa, Zikir & Wirid Rasulullah SAW

Artinya:"Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Esa, tidak disembah bersama sesembahan yang lain, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah."

Diriwayatkan Tirmidzi, Ibnu Majah dalam Shahih Ibnu Majah dan Shahih Tirmidzi, mengunjungi orang sakit memiliki beberapa keutamaan. Di antaranya didoakan oleh malaikat agar diberikan rahmat-Nya.

"Beliau Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan sangat deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3. Adab saat membaca doa kesembuhan orang sakit

Adab harus dilakukan saat memanjatkan harapan pada Allah SWT secara umum. Tidak hanya saat membaca doa kesembuhan orang sakit. Penulis Syaikh Bakar Abdul Hafizh telah mengingatkan pentingnya mengikuti adab.

"Jika seorang hamba henda berdoa, maka ia harus mengetahui adab-adab dalam berdoa," tulis Syaikh Bakar Abdul Hafizh dalam Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al Quran dikutip pada Kamis (20/5/2021).

Berikut adab saat berdoa:

  • Berserah diri kepada Allah SWT
  • Menghadap kepada Allah SWT dengan ketundukan
  • Menghadirkan hati
  • Memulai dengan puji-pujian
  • Yakin dikabulkan Allah SWT
  • Menyebutkan kemuliaan, keagungan, dan nama baik Allah SWT
  • Tidak mendoakan kecelakaan, memutus silaturahmi, dan pengecualian selain Allah SWT.
(row/row)