Dihantam Badai Tropis, 17 KK Masih Bertahan di Hutan

Dihantam Badai Tropis, 17 KK Masih Bertahan di Hutan

- detikNews
Senin, 13 Mar 2006 15:11 WIB
Ambon - Badai tropis yang melanda Provinsi Maluku awal Maret lalu masih menyisakan trauma psikis bagi sebagian warga desa Kilmury Kecamatan Seram Timur di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) pun hingga kini masih memilih bersembunyi di hutan. Hal ini diungkapkan koordinator Forum Masyarakat Peduli Seram Bagian Timur, Udin Rumasilan kepada detikcom di Ambon, Senin (13/ 3/2006). "Mereka sangat ketakutan. Apalagi desa mereka berada di tepi pantai dan berhadapan langsung dengan gelombang ganas," ungkap Rumasilan.Rumasilan menuturkan, warga setempat menginginkan relokasi tempat tinggal ke daerah yang paling aman dari hantaman gelombang. "Mereka sepakat akan relokasi, tapi menunggu keputusan pemerintah daerah Maluku dan Kabupaten," kata dia. Badai tropis menyebabkan 138 KK atau 548 jiwa warga Kabupaten Seram Bagian Timur yang mengungsi. Mereka terpencar di empat kecamatan yaitu Gorom, Werinama, Seram Timur dan Bula. ementara jumlah rumah warga yang terkena hantaman badai dan rusak sebanyak 121 rumah. Akibat badai tropis diselingi gelombang pasang terjadi pemunduran garis pantai ke arah daratan hingga 20 meter. "Vegetasi pelindung pantai hancur total," kata Rumasilan.Lalu bagaimana tanggapan Pemkab SBT? "Pemda setempat baru sebatas memberikan bantuan bahan makanan. Relokasi pemukiman warga belum dilakukan," ujar Rumasilan.Di tempat terpisah, Ketua Ikatan Persaudaraan Muslim Nusa Ina, Ridwan Patty, meminta pemerintah provinsi segera melakukan tindakan penanganan terhadap warga yang menginginkan relokasi pemukiman. "Ini harus segera dilakukan. Jika tidak, warga yang sedang mengungsi bakal terserang berbagai macam penyakit. Kami minta Pemrov tidak melakukan tindakan penanganan diskriminatif. Semua harus dibantu termasuk warga SBT," pinta dia. (nrl/)


Berita Terkait