Kapal AL Australia Antar 19 ABK WNI yang Kecelakaan di Samudra Hindia

ADVERTISEMENT

Kapal AL Australia Antar 19 ABK WNI yang Kecelakaan di Samudra Hindia

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 11:44 WIB
Denpasar -

Kapal penangkap ikan KM Bandar Nelayan-188 mengalami kebocoran sehingga nyaris tenggelam di Samudra Hindia atau sebelah barat Perth, Australia. Badan SAR Nasional (Basarnas) Bali mendapatkan informasi tentang peristiwa tersebut pada Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 09.10 Wita.

"Kapal bertolak dari Pelabuhan Benoa sejak 8 April 2021 menuju fishing ground," kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Jumat (21/5/2021).

Darmada mengungkapkan posisi kejadian koordinat 31° 10.70' S 102° 16.32' E (radial 206°/1.520 nautical mile dari Kantor Basarnas Bali dan radial 270°/ 697 nautical mile dari Perth, Australia. Pihak Basarnas berkoordinasi dengan JRCC Australian untuk mengambil aksi.

Dari hasil koordinasi itu, JRCC langsung mengeluarkan broadcast darurat kepada kapal-kapal di area tersebut dan mengerahkan Perth Challenger menuju lokasi. Setelah ditemukan posisi kapal, selanjutnya menjatuhkan dua sekoci penyelamat.

Akhirnya pada Sabtu (15/5/2021) pukul 07.00 WIB diterima info dari Japan CG ke JRCC Australia bahwa FV Fukuseki Maru 15 telah menyelamatkan sebanyak 20 ABK KM Bandar Nelayan. Selanjutnya ditransfer ke kapal Australia HMAS ANSAC dan dibawa ke Australia.

Repatriasi pemulangan 19 ABK Bandar Nelayan-188 yang tenggelam tersebut kini telah selesai dilaksanakan, Jumat (21/5/2021) pagi sekitar pukul 06.30 Wita. Evakuasi/pemindahan ABK dilakukan dengan cara tender dari kapal AL Australia HMAS ANSAC ke KRI Escolar.

Menurut Darmada, pemindahan tersebut dilakukan pada posisi 2 nautical mile sebelah timur pelabuhan Benoa atau koordinat 08.45.37 S-115.14.43 E. Kedatangan KRI ESCOLAR mendekati Benoa didampingi rigid inflatable boat (RIB) Basarnas Bali, RIB Polair, RIB Lanal, KN 326 KSOP dan Bakamla.

"ABK KM Bandar Nelayan 188 yang dipulangkan melalui jalur laut berjumlah 19 orang, sementara 1 orang lainnya atas nama Darno dipulangkan via udara dari Perth ke Jakarta karena alami cedera tangan kanan," terang Darmada.

Pada pukul 08.00 Wita dilakukan serah-terima dari Konjen Australia kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri. Dalam keterangannya Darmada menuturkan, setelah serah-terima, para ABK menjalani pemeriksaan medis.

"Setelah pemeriksaan medis oleh (Kantor) Kesehatan Pelabuhan dengan tetap menerapkan protokol COVID-19 dari Satgas COVID-19 Lakukan penyiapan hotel untuk isolasi," terangnya.

Selanjutnya seluruh ABK menjadi tanggung jawab PT Bandar Nelayan dalam pengawasan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT