Polri Juga Didesak Investigasi Hilangnya Laptop di Istana
Senin, 13 Mar 2006 14:48 WIB
Jakarta -
Anggota Komisi I DPR Effendy Simbolon mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) menginvestigasi kasus hilangnya laptop dua staf Juru Bicara Presiden dan laptop milik seorang pejabat tinggi istana lainnya."Saya yakin laptop orang-orang dekat Presiden tersebut banyak tersimpan informasi rahasia. Untuk itu, kami minta presiden memerintahkan Polri dan BIN untuk investigasi kasus ini," kata Effendi Simbolon kepada detikcom, di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakata Pusat, Senin (13/3/2006).Politisi FPDIP ini mengaku sangat prihatin dengan kejadian itu. Agar tidak terulang kembali harus ada tindakan kongkret. "Ini lagi-lagi harus ada terobosan investigasi di Istana. Kalau perlu Presiden SBY harus memimpin langsung," kata Simbolon.Langkah ini penting mengingat pada zaman dulu tidak pernah terjadi hal ceroboh seperti ini. Karenanya, agar tidak terulang lagi, tim investigasi juga memeriksa orang-orang yang menghilangkan laptop tersebut."Jangan sampai kejadian ini dialihkan dengan menuduh lawan-lawan politik, atau mengorbankan orang lain lagi," kata Simbolon.Effendy Simbolon menegaskan kejadian ini membuktikan bahwa ada hal yang tidak benar dalam administrasi pemerintahan SBY sekarang ini. "Karenanya perlu pembenahan secara total agar kewibawaan pemerintah dapat terjaga," ungkapnya.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































