279 Juta Data WNI Diduga Bocor, Ini Penelusuran Awal Kominfo

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 00:40 WIB
Ilustrasi Kominfo, Ilustrasi Gedung Kominfo, Gedung Kominfo
Gedung Kominfo (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Informasi mengenai data pribadi 279 penduduk Indonesia diduga bocor bikin geger. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menelusuri informasi itu.

"Hingga malam ini, pukul 20.00 WIB, tim masih bekerja dan sejauh ini BELUM dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga," ujar juru bicara Kementerian Kominfo RI, Dedy Permadi, dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021).

Dedy menerangkan kesimpulan tersebut diambil setelah Kominfo melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan secara hati-hati. Penelusuran dan penyelidikan masih terus dilakukan.

"Kementerian Kominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi, untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan," imbuh Dedy.

Selain itu, menyarankan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melindungi data pribadi. Salah satunya dengan tidak membagikan data pribadi ke siapapun.

"Memastikan syarat dan ketentuan layanan yang digunakan, secara berkala memperbarui password pada akun-akun elektronik yang dimiliki, dan memastikan sistem keamanan perangkat yang digunakan selalu up to date," kata Dedy.

Diketahui, data pribadi 279 juta penduduk Indonesia diklaim telah bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums. Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon bahkan kabarnya juga jumlah gaji.

(isa/jbr)