BIN Harus Temukan Laptop Orang Dekat Presiden yang Hilang
Senin, 13 Mar 2006 14:28 WIB
Jakarta - Hilangnya laptop orang-orang di sekitar Ring I bukan saja sangat membahayakan kerahasiaan negara, tapi juga sangat memalukan. Badan Intelijen Negara (BIN) harus turun tangan."Hilangnya laptop orang-orang dekat presiden di Istana sangat memalukan, karenanya agen-agen BIN harus diturunkan," kata anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi pada detikcom di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto Jakarta, Senin (13/3/2006).Mengenai motif, Yuddy mengatakan, kejadian tersebut bisa bermotif pencurian dokumen-dokumen penting, namun juga bisa merupakan tindak kriminal murni yang dilakukan oleh orang-orang dalam Istana. Jika yang terakhir ini terjadi, tentu saja akan lebih memalukan lagi. Karena itu presiden harus memperbaiki pengamanan di Istana dan mengganti satuan pengamanan yang tidak profesional."Paspampres harus meningkatkan pengamanan di Istana. Karena bisa jadi kejadian tersebut bermotif intelijen politik, yaitu dengan mencuri dokumen-dokumen penting," pungkas Yuddy.Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kasus kehilangan laptop di lingkungan Istana Kepresidenan. Dalam 1 pekan saja, 3 laptop milik staf juru bicara kepresidenan dan seorang pejabat penting raib.
(nvt/)











































