Jumlah Testing Corona Turun Saat Libur Lebaran, di Bawah Standar WHO

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 15:32 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Penanggulangan COVID-19, Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas penanggulangan COVID-19 menyampaikan data jumlah testing COVID-19 di RI. Juru Bicara Penanggulangan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan terjadi penurunan jumlah testing di minggu ketiga Februari 2021.

"Jumlah orang yang diperiksa harian pada minggu ke-3 Februari sempat menunjukkan drastis, yaitu hanya memenuhi 74,68 persen dari target WHO, sebagai gambaran target WHO untuk testing adalah 1:1.000 populasi per minggu," ujar Wiku dalam siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Meski demikian, kata Wiku, pada periode selanjutnya jumlah testing di RI di atas standar WHO. Hal itu terjadi selama 9 minggu berturut-turut.

"Namun setelah itu, jumlah orang yang diperiksa harian terus mengalami peningkatan dan selalu konsisten di atas target WHO selama 9 minggu terakhir. Namun sangat disayangkan pada minggu kedua Mei kemarin, setelah 9 minggu berturut-turut selalu di atas standar WHO, jumlah testing kembali rendah yaitu hanya memenuhi 75,37 persen dari target WHO," ucapnya.

Wiku menjelaskan penurunan jumlah testing pada minggu kedua Mei 2021 itu terjadi karena ada periode libur Lebaran 2021. Hal itu mempengaruhi operasional laboratorium.

"Hal ini dapat terjadi karena periode libur Idul Fitri pada minggu lalu yang mempengaruhi operasional laboratorium. Sehingga jumlah orang yang diperiksa menurun," katanya.

Wiku kemudian meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kembali jumlah testing. Dia juga mengingatkan kepala daerah untuk mengantisipasi jumlah lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur Lebaran.

"Dampak libur panjang terhadap kenaikan kasus biasanya baru dapat terlihat dalam 2-3 minggu kemudian, saya ingatkan tidak hanya di kabupaten/kota di zona merah saja, tapi di seluruh zonasi risiko untuk terus meningkatkan penanganan COVID, utamanya dalam beberapa minggu ke depan," katanya.

(man/imk)