DPR Khawatir Laptop Istana yang Raib Berisi Informasi Penting
Senin, 13 Mar 2006 12:46 WIB
Jakarta - Hilangnya sejumlah barang penting di komplek Istana Kepresidenan mendapat reaksi kalangan anggota dewan. Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza menilai hilangnya barang-barang penting di Istana sebagai bentuk lemahnya pengamanan gedung penting itu."Ini sangat berbahaya bagi kelanjutan Indonesia, karena barang-barang tersebut dikhawatirkan ada informasi penting yang hanya diketahui oleh pemerintah sendiri," kata Yusron Ihza kepada detikcom di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/3/2006).Bagi Yusron, kejadian hilangnya laptop milik staf jubir kepresidenan tidak bisa didiamkan saja. "Ini luar biasa. Mau jadi apa negeri ini, alau di kalangan Istana saja terjadi kehilangan," ujar adik Mensesneg Yusril Ihza Mahendra ini.Yusron berpendapat, kejadian tersebut harus diselidiki betul-betul karena apakah memang hilang karena keteledoran pengamanan atau karena dihilangkan oleh kelompok tertentu yang ingin memperkeruh suasana. Karenanya, aparat kepolisian harus segera turun tangan mengusut masalah ini.Yusron meminta Presiden SBY memimpin langsung pembersihan orang-orang dalam yang ingin bermain-main karena jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan ada pencurian informasi lebih penting lagi dari kalangan Istana yang akan membahayakan negara ini."Setelah surat palsu Seskab, kemudian dilanjutkan surat palsu Menlu, sekarang ada laptop hilang. Ini gimana, kok bisa sampai terjadi. Betapa kacaunya kalau itu semua benar," kata politisi PBB ini.Selain itu, BIN harus segera diturunkan untuk mencari tahu hilangnya laptop tersebut. "Pengamanan di Istana harus diperketat. Karena kalau yang dicuri informasi, itu sangat berbahaya. Ini menyangkut harga diri bangsa kita. Pembersihan harus dipimpin langsung SBY," tuturnya.
(jon/)










































