Kepala BNPB-Pangdam Jaya Gelar Rapat Tertutup di RSD Wisma Atlet, Bahas Apa?

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 11:09 WIB
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyambangi Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC-19) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Utara. Kedatangannya disambut oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pantauan detikcom, Kamis (20/5/2021), Doni tiba di RSDC-19 Wisma Atlet Tower 1 pada pukul 09.01 WIB. Doni didampingi oleh juru bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Saat tiba, Dony bersama rombongan langsung masuk ke dalam ruangan di RSD Wisma Atlet lantai 1. Di dalam ruangan, Dony bersama jajarannya berbincang selama 30 menit.

Setelah itu, Doni dan Dudung pergi ke lantai 2. Mereka menggelar rapat tertutup. Belum ada keterangan rapat tersebut mengenai masalah apa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tingkat keterisian pasien di RSD Wisma Atlet saat ini menurun signifikan. Jokowi menyebut keberhasilan itu berkat kerja sama Gubernur DKI Anies Baswedan, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman, hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

"Sama seperti saat dulu Wisma Atlet. Karena saya setiap malam telepon, yang namanya Wisma Atlet di Jakarta, pernah sampai lebih dari 90 persen, 92 persen, tapi tadi pagi saya telepon, berapa Wisma Atlet saya telepon 15 persen. Coba dari 92 bisa turun ke 15 persen. Itu atas kerja sama tadi Pangdam Kapolda, Gubernur, semuanya mengkonsolidasikan kekuatan yang ada," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Forkopimda se-Riau di Pekanbaru seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5).

Perihal penurunan tingkat keterisian pasien di Wisma Atlet ini disampaikan Jokowi untuk mengingatkan bed occupancy ratio (BOR) di Riau yang masih tinggi. Jokowi memerintahkan penanganan pasien COVID-19 lebih ditingkatkan.

"Riau berada di nomor kedua setelah Sumatera Utara, yang paling tinggi Sumatera Utara. Sumatera Utara 55 di Riau 53, meskipun tadi laporan terakhir dari Pak Gubernur sudah di angka 47, sudah turun. Tepi sekali lagi harus diturunkan lagi karena BOR nasional adalah 29 persen, sudah rendah sekali nasional. Bed occupancy ratio. Artinya apa, yang masuk rumah sakit itu disegerakan untuk sembuh, supaya bed-nya kosong. Supaya keterisian rumah sakit itu bisa kosong, sembuhkan secepat-cepatnya," ujar Jokowi.

(man/man)