Panglima TNI dan Menlu AS Akan Bahas IMET
Senin, 13 Mar 2006 12:26 WIB
Jakarta - Kunjungan Menlu AS Condoleezza Rice ke Indonesia akan dimanfaatkan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto untuk membahas kerjasama dengan AS termasuk, program the International Military Education and Training (IMET)."Kita akan membahas poin-poin kerjasama dengan AS, termasuk suaka program IMET diformulasikan kembali. Apakah program tersebut ditambah frekuensinya, ditambah jenis pendidikan yang akan dikerjakan di sana termasuk penambahan personel dalam artian sesuai tidak pendidikan itu dengan yang kita ajukan," urai Djoko.Hal ini disampaikan Djoko sebelum rapat kabinet terbatas yang membahas kunjungan Menlu AS Condoleezza Rice di kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2006). Ketika ditanya mengenai pengembalian suku cadang, Djoko menjawab, dibutuhkan 1,5 tahun untuk mewujudkannya."Ini kan baru awal November sekarang baru 4 bulan. Prediksi saya untuk kelancaran pengembalian suku cadang membutuhkan 1,5 tahun," kata dia."Percepatan itu yang diharapkan kalau melihat agresivitas AL, AD, dan AU untuk expertise tentu sudah pasti kita juga melihat mitra yang berhubungan dengan luar negeri dia juga harus mempercepat kalau tidak maka percepatan itu tidak akan tercapai," lanjut Djoko.Selain itu, lanjut Djoko, pihaknya sudah mencoba menghubungi atase pertahanan asing. "Mereka bersedia membantu sesuai kapasitasnya kalau melihat Pakistan itu butuh waktu 1 sampai 1,5 tahun," cetus Djoko.
(aan/)











































