Menyelisik Alasan AS Lindungi Israel dan China Dukung Palestina

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 06:41 WIB
Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK)hari ini telah memutuskan bahwa Akil Mochtar terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim. Jakarta (1/11/2013). Akil di jatuhi sanksi dipecat dengan tidak hormat. File/detikFoto.
Foto: Hikmahanto Juwana (Hasan Alhabshy/detikcom)

"Oleh karenanya demi kemanusiaan kekerasan harus dihentikan tanpa mengedepankan orientasi politik, ideologi agama atau apapun. Karena yang namanya nyawa manusia itu sangat berharga dan harus dihormati hak hidupnya," ujarnya.

Sebagai informasi, saling serang antara Israel dan Palestina telah terjadi lebih dari sepekan. Pejabat medis Palestina mengatakan 219 orang telah tewas dalam 10 hari pemboman udara. Serangan itu juga menghancurkan jalan, bangunan dan infrastruktur lainnya, dan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza.

Sementara, otoritas Israel menyebut ada 12 orang korban tewas di Israel. Ke-12 orang itu tewas akibat serangan roket berulang kali dari Hamas yang telah menyebabkan kepanikan dan membuat orang-orang bergegas ke tempat penampungan.

Konflik tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara, termasuk AS dan China. AS dengan tegas mendukung Israel. Hal itu ditunjukkan dengan penggunaan hak veto AS dalam Dewan Keamanan PBB ketika hendak mengambil keputusan bersama terkait konflik Israel Palestina. Hasilnya, tak ada keputusan apapun dari DK PBB.

Sementara itu, China menuduh pemerintah Amerika Serikat "mengabaikan penderitaan" umat Islam, setelah Washington sempat memblokir rencana pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas konflik antara Israel dan Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan kepada wartawan bahwa AS secara sepihak menghalangi Dewan Keamanan untuk berbicara tentang krisis di Gaza, "berdiri di sisi berlawanan dari komunitas internasional".

"Apa yang kami rasakan adalah bahwa AS terus mengatakan bahwa mereka peduli dengan HAM Muslim ... tetapi mengabaikan penderitaan rakyat Palestina," kata Hua.

Halaman

(rfs/haf)