Bamsoet Apresiasi JKJ Plus di Jembrana, Dekatkan Akses Kesehatan Warga

Abu Ubaidillah - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 18:25 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi peluncuran program Jembrana Kembali Jaya Plus (JKJ Plus). Menurutnya program ini dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Jembrana Kembali Jaya Plus diluncurkan oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna. Program ini melibatkan dokter, paramedis, analisis, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan didukung 10 mobil ambulans dan 1 mobil swab RSU Negara.

"Sebuah terobosan yang patut ditiru pemerintah daerah lainnya. Memberikan pelayanan kesehatan secara mudah kepada masyarakat, sebagai implementasi nyata nilai Pancasila dalam pemerintahan. Karena salah satu tugas pemerintah adalah menjaga kesehatan dan kebahagiaan masyarakatnya. Sama rata, sama bahagia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (19/5/2021).

Pernyataan ini disampaikan dalam peluncuran 10 unit ambulans JKJ Plus di Kebun Raya Jagatnatha, Jembrana. Bamsoet menjelaskan saat ini rasio antara dokter dan penduduk di Jembrana 1:7.000. Rasio tersebut ditargetkan bisa mencapai 1:3.000 sesuai rasio ideal menurut BPJS dalam masa pemerintahan I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna.

"Melalui JKJ Plus, Pemerintah Jembrana memberikan layanan kesehatan berupa fasilitas home care, emergency medical service, dan aplikasi med care untuk konsultasi kesehatan online. Sehingga memudahkan ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokter," lanjutnya.

Ia menjelaskan melalui JKJ Plus, Pemerintah Jembrana akan menempatkan dokter di desa-desa yang selama ini jauh dari pelayanan kesehatan. Mereka ditugasi melayani kesehatan masyarakat, khususnya para sulinggih, kyai, pendeta, biksu, dan para pemuka agama di rumah masing-masing sehingga tak perlu datang ke klinik atau fasilitas kesehatan.

Selain menjaga kesehatan masyarakat, Bamsoet menyebut Pemerintah Kabupaten Jembrana mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Pertumbuhan PAD-nya sekitar 3% dan menurutnya ini jumlah yang luar biasa mengingat daerah lain ada yang sampai minus.

"Ini menandakan Jembrana memiliki ketahanan PAD yang kuat ditunjang sektor pertanian dan kelautan. Didorong ketahanan di sektor kesehatan, menjadikan masyarakat Jembrana semakin terjaga," pungkasnya.

(akn/ega)