Dari 6 Negara ASEAN, Konsumen RI Paling Optimis Ekonomi Pulih

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 18:11 WIB
pertumbuhan ekonomi
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Menurut survei konsumen April 2021 yang dirilis oleh Bank Indonesia, kondisi ekonomi Indonesia diindikasikan membaik dalam enam bulan ke depan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan, salah satu kunci utama pemulihan dan ketahanan ekonomi Indonesia terletak pada keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan COVID-19. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi yang sedang dilaksanakan turut mengundang optimisme.

"Meski kasus positif masih fluktuatif namun secara nasional menunjukkan tren penurunan rata-rata kasus dan kematian harian. Hasil monitoring juga menunjukkan kepatuhan protokol kesehatan cukup bagus," ujar Oke Nurwan dalam keterangan tertulis, Rabu (19/05/2021).

Dalam acara Dialog Produktif dengan tema Keyakinan Konsumen Kembali Optimis, diselenggarakan KPCPEN, Oke Nurwan mengungkapkan, selain pengendalian COVID-19 dan vaksinasi, faktor pendorong dari peningkatan ekonomi berasal dari konsumsi, produktivitas industri, serta ekspor-impor. Pembelian di dalam negeri yang mengalami peningkatan juga berpengaruh kepada ekonomi nasional.

"Kajian Markplus yang dipublikasikan sebelumnya menunjukkan beberapa kategori produk digital, fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, serta perlengkapan rumah tangga banyak mengalami peningkatan," ujarnya.


Melihat indikator-indikator ekonomi, berbagai lembaga keuangan seperti IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkisar pada 4,5-5% tahun ini.

"Perbaikan kegiatan industri bisa dilihat dari indeks PMI manufaktur menunjukkan angka 55,25% meningkat dari kuartal keempat 2020. Peningkatan juga merata di hampir seluruh komponen pembentuk indeks PMI manufaktur," ungkap Oke Nurwan.

Di acara yang sama, Managing Director IPSOS Soeprapto Tan mengungkapkan telah melakukan survei di enam negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Menariknya, konsumen Indonesia menjadi yang paling optimis akan adanya pemulihan ekonomi dalam enam bulan ke depan.

Pada survei pertama IPSOS di periode September 2020 optimisme konsumen Indonesia menunjukkan angka 75% dan survei kedua bulan Februari 2021 menunjukkan angka optimisme hingga 76%. Optimisme konsumen di Indonesia diyakini Soeprapto tumbuh salah satunya karena pemerintah memberikan stimulus ekonomi yang tepat selama pandemi.

"Saya kira program-program stimulus dan bantuan dana tunai yang dilakukan pemerintah ditambah program vaksinasi sangat berpengaruh dalam optimisme konsumen Indonesia," ujar Soeprapto.


Masih dalam survei IPSOS, Soeprapto mengungkapkan terdapat tiga kategori yang tergolong stabil dalam menyokong perekonomian Indonesia. Pertama adalah makanan dan minuman, kedua personal care, dan cleaning product.

Selain itu kategori produk konsumsi seperti sektor pakaian, restoran dan kafe, serta travel. Hal-hal tersebut sejalan dengan inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) yang mendorong agar industri hotel restoran dan kafe bergerak di masa pandemi ini.

"Dan dalam hal pemulihan ekonomi secara menyeluruh, Kementerian Perdagangan memfokuskan upayanya untuk menyediakan bahan makanan pokok dengan harga stabil dan mendampingi UMKM untuk meningkatkan kapasitasnya," tutup Oke Nurwan.

Lihat Video: Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Naik 7 Persen di Kuartal II

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)