Seribuan Pendemo Tuntut KPUD Rohul Segera Hitung Suara

Seribuan Pendemo Tuntut KPUD Rohul Segera Hitung Suara

- detikNews
Senin, 13 Mar 2006 11:07 WIB
Riau - Lebih dari 1.000 warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, berdemonstrasi di kantor KPUD Rohul di Jl Imam Bonjol, Pasir Pangaraya, Kota Rohul, sekitar 300 km dari Kota Pekanbaru, Senin (13/3/2006) pukul 09.30 WIB. Massa yang berdatangan dari berbagai desa ini menuntut pihak KPUD untuk melakukan penghitungan pilkada secara manual.Aksi ini dipengaruhi oleh hasil penghitungan suara desk pilkada pemerintah setempat yang menyatakan pasangan Ahmad dan Sukiman yang dicalonkan Partai Golkar unggul sementara. Sedangkan Ramlanzas yang saat ini menjabat Bupati Rohul kalah telak dari Ahmad.Hal ini memicu terjadinya demonstrasi pendukung Ramlan sejak hari Minggu kemarin. Pasalnya mereka menganggap bahwa hasil penghitungan suara desk pilkada merupakan hasil final dari pelaksanaan pilkada. Padahal hingga saat ini KPUD setempat yang merupakan pelaksana pilkada belum mengumumkan hasil keputusan apa pun soal penghitungan suara tersebut. Pendukung Ramlan mendesak agar KPUD melaksanakan penghitungan suara secara manual secepat mungkin untuk mengetahui hasil yang sebenarnya. Mereka juga mendesak Kapolda Riau Brigjen Ito Sumardi untuk mencopot Kapolres Rokan Hulu yang dianggap tidak independen.Pendemo juga menuding Gubernur Riau Rusli Zainal mengintervensi pilkada. Sebab gubernur telah memberikan instruksi bahwa ada 5 desa di perbatasan Kabupaten Rohul dengan Kabupaten Kampar yang tidak diperbolehkan memilih. Alasannya, 5 desa tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Kampar. Padahal pada pemilu presiden lalu 5 desa tersebut menggunakan hak suaranya atas nama warga desa di Kabupaten Rohul.Sementara itu ketua Parleman Watch Indonesia (Parwi) Irfansyah saat dihubungi detikcom mengatakan bahwa sebaiknya masyarakat menunggu dengan sabar penghitungan suara yang sedang dilakukan KPUD setempat. Ia juga menyayangkan sikap Gubernur Riau yang melarang 5 desa tersebut menggunakan hak suaranya secara tiba-tiba menjelang pelaksanaan pilkada."Kami meminta semua pihak untuk mempercayakan hasil pilkada ini kepada KPUD selaku penyelenggara dan yang paling bertanggung jawab atas semua perhitungan suara. Perhitungan suara yang ada saat ini baik di desk pilkada ataupun di tim sukses masing-masing calon belum merupakan hasil yang sebenarnya," ujar Irfansyah.Namun demikian Irfansyah mengatakan bahwa Parwi menerima informasi Gubernur Riau telah melaporkan kepada Mendagri bahwa pasangan Ahmad dan Sukiman telah keluar sebagai pemenang. (nvt/)


Berita Terkait