Niat Puasa Syawal, Keutamaan, dan Hadits Puasa 6 Hari

Fahri Zulfikar - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 15:37 WIB
asian muslim people praying before having their food in dining room together for break fasting
Foto: iStock/Niat Puasa Syawal, Keutamaan, dan Hadits Puasa 6 Hari.
Jakarta -

Puasa Syawal selama enam hari jangan sampai dilewatkan kaum muslim. Puasa sunnah selepas perayaan Idul Fitri ini memiliki banyak keutamaan.

Berikut penjelasan terkait hadis, keutamaan, dan niat puasa Syawal

Hadits puasa Syawal

Salah satu hadits puasa Syawal diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahihnya pada bab kesunahan puasa 6 hari Syawal.

Disebutkan bahwa berpuasa enam hari di bulan Syawal sama dengan puasa selama satu tahun penuh.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Artiny: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim).

Hadits puasa Syawal juga disebutkan sebagai keutamaan bagai melaksanakan ibadah terus menerus tanpa henti.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، - رضى الله عنه - أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ‏"

Artinya: Abu Ayyub al-Ansari (semoga Allah SWT ridho atasnya) melaporkan Rasulullah SAW berkata, "Dia yang berpuasa selama Ramadhan dan melanjutkannya dengan enam hari puasa saat bulan Syawal akan seperti melakukan puasa terus menerus." (HR Muslim).

Sesuai riwayat hadits bahwa puasa Syawal merupakan anjuran yang baik untuk umat muslim melaksanakan ibadah setelah Hari Raya Idul Fitri.

Keutamaan puasa Syawal

Selain anjuran dari beberapa riwayat, umat muslim yang menjalankan puasa selama enam hari, diriwayatkan dalam Hadits Ibnu Majah dari Thawban, juga mendapatkan keutamaan kebaikan.

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْحَارِثِ الذِّمَارِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ، عَنْ ثَوْبَانَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَنَّهُ قَالَ ‏"‏ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ

Artinya: Seperti dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, Nabi SAW berkata, "Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 20 kebaikan serupa. (HR Ibnu Majah).

Di sisi lain, puasa Syawal yang setara berpuasa satu tahun ini merupakan salah satu keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Dengan banyaknya keutamaan dan pahala yang diberikan, detikers bisa melaksanakan puasa Syawal selama enam hari dengan niat berikut ini.

Niat puasa Syawal

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma ghodin 'an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta'aalaa

Artinya: Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala.

Itulah hadits puasa Syawal, keutamaan, dan niat selama enam hari. Umat islam diharapkan terus melaksanakan ibadah lainnya setelah Hari Raya Idul Fitri.

(row/row)