Istana Presiden Dibobol Maling, Laptop Staf Jubir Raib

Istana Presiden Dibobol Maling, Laptop Staf Jubir Raib

- detikNews
Senin, 13 Mar 2006 10:45 WIB
Jakarta - Tinggal di Istana Kepresidenan yang setiap hari dijaga ketat puluhan aparat Paspampres ternyata bukan berarti keamanan terjamin. Tempat Presiden sehari-hari berkantor dan tinggal bersama keluarga ini ternyata masih bisa dimasuki maling. Buktinya, dalam sepekan terakhir, 3 laptop milik staf Juru Bicara Presiden dan seorang pejabat penting raib.Tentu saja maling di Istana Kepresidenan ini sungguh mengagetkan. Karena semua orang tahu bagaimana ketatnya penjagaan di kantor RI-1 itu. Mulai pintu masuk hingga ruangan dalam, penjagaannya berlapis-lapis. Untuk bisa masuk sedikitnya harus melewati dua kali pemeriksaan ketat lengkap dengan pintu detektor.Sejumlah sumber detikcom di Komplek Istana Kepresidenan, Senin (13/3/2006) menceritakan bahwa saat ini Paspampres tengah menyelidiki hilangnya 3 laptop yang diduga berisi data-data penting.Tiga laptop tersebut hilang pada Senin (6/3/2006) dan Rabu (8/3/2006) lalu di Lantai 2 Wisma Negara. Tempat tersebut merupakan kantor Seskab Sudi Silalahi dan dua jubir kepresidenan.Laptop yang digondol pencuri nekad ini adalah milik staf Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan staf Jubir Dino Patti Djalal. Satu lagi laptop yang hilang dikabarkan milik Sesmil Presiden Mayjen Bambang Sutedjo.Padahal kedua laptop staf jubir sudah disimpan di dalam almari terkunci. Tapi maling tetap sukses membobolnya dan menentengnya dengan leluasa. Kebetulan ketika insiden terjadi, kedua staf itu dalam perjalanan dari luar negeri usai mengikuti kunjungan SBY.Sumber-sumber di Istana menyebutkan diduga laptop tersebut dicuri oleh orang dalam istana. Hanya sampai saat ini belum diketahui apa yang menjadi motif maling pemberani ini. Apakah bertujuan mengambil laptop kemudian dijual, atau bertujuan untuk mengetahui isi laptop.Ketika hilangnya laptop ini dikonfirmasi ke Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, ia mengelak menjelaskan detail. "Sekarang sedang ditangani secara internal. Belum diketahui malingnya siapa," kata Andi saat dihubungi detikcom, Senin (13/3/2006).Tampaknya, pihak Istana Kepresidenan sangat hati-hati dalam memberikan komentar. Seperti saat detikcom mengkonfirmasikan hal ini ke Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Garibaldi Sudjatmiko. "Saya hanya dengar-dengar saja. Tapi belum mengetahui secara pasti. Saya cek dulu," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. (jon/)


Berita Terkait