Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 3.500 Meter

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 09:33 WIB
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengalami erupsi pada Minggu dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati 2.000 meter dari atas puncak gunung.  (ANTARA/HO)
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mengalami erupsi. (ANTARA/HO)
Karo -

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengalami erupsi. Masyarakat yang bermukim di daerah sungai diimbau agar mewaspadai bahaya lahar.

"Telah terjadi erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, pada tanggal 19 Mei 2021, pukul 04.48 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.500 meter di atas puncak," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra dimintai konfirmasi, Rabu (19/5/2021).

Armen menyebutkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar 11 menit 18 detik.

Selain itu, bersamaan dengan erupsi tadi, Gunung Sinabung mengeluarkan awan panas sejauh 3.000 meter.

"Erupsi bersama awan panas ke arah timur-tenggara sejauh 3.000 meter," ujar Armen.

Armen menuturkan, sejauh ini awan panas tersebut belum berdampak. Awan panas masih berada di seputaran zona merah.

"Dampak awan panasnya belum ada. Awan panasnya masih di seputaran zona merah. Saat ini hanya dapat abu ke arah timur," sebut Armen.

Armen menjelaskan, saat ini Gunung Sinabung berada pada level 3 (siaga). Armen mengimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Kemudian, jika terjadi hujan abu, masyarakat juga diimbau agar memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

(isa/isa)