Round-Up

Taktik Bengis Retas Akun WA Hingga Ojol Para Aktivis Kritis

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 07:39 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Foto: Ilustrasi peretasan (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) menguak teror peretasan akun media sosial seperti WhatsApp (WA) dan Youtube, hingga aplikasi ojek online (ojol) terhadap para aktivis yang bersikap kritis. Teranyar, ICW mengungkap 9 pola yang dilakukan oknum untuk membobol akun Youtube mereka saat ICW menggelar konferensi pers terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK.

"Penting untuk diingat, bahwa upaya pembajakan ini bukan kali pertama terjadi pada aktivis masyarakat sipil. Sebelumnya, pada kontroversi proses pemilihan Pimpinan KPK, revisi UU KPK tahun 2019, UU Minerba, serta UU Cipta Kerja praktik ini pernah terjadi," ucap peneliti ICW, Wana Alamsyah kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Wana juga menuturkan upaya peretasan bukan hanya dialami oleh ICW. Anggota LBH Jakarta dan Lokataru mengalami hal serupa. ICW menduga upaya peretasan ini dilakukan oleh pihak yang tidak sepakat dengan advokasi masyarakat sipil soal penguatan pemberantasan korupsi.

"Pembungkaman suara kritis warga melalui serangan digital merupakan cara baru yang antidemokrasi. Maka dari itu, kami mengecam segala tindakan-tindakan itu dan mendesak agar penegak hukum menelusuri serta menindak pihak yang ingin berusaha untuk membatasi suara kritis warga negara," katanya.

Dalam upaya peretasan kemarin, konferensi pers di YouTube ICW tiba-tiba dimasuki oleh pihak yang mencatut nama Abraham Samad. Disertakan juga tampilan konten pornografi di tengah-tengah jalannya konpers.

Saat mantan pimpinan KPK Muchamad Jasin tengah menyampaikan pernyataannya, tiba-tiba layar beralih ke akun bernama Abraham Samad yang menampilkan tangan menyodorkan layar ponsel yang menampilkan gambar mesum.

Masuknya akun Zoom mencatut nama Abraham Samad menjadi tanda tanya. Sebab, sepanjang konpers berlangsung, yang bersangkutan tidak hadir karena kesulitan masuk bergabung dalam diskusi tersebut.

Simak taktik peretasan akun media sosial dan ojol aktivis yang kritis di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Bocah 16 Tahun Asal Sumsel Retas Database Kejaksaan Agung':

[Gambas:Video 20detik]