Lokasi Ali Kalora cs Sudah Terdeteksi, Satgas Madago Raya Terus Buru

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:57 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono
Brigjen Rusdi Hartono (Dok Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah, masih terus diburu Satgas Madago Raya usai melakukan pembunuhan keji terhadap beberapa petani. Polri menyatakan telah mengetahui lokasi anggota MIT biasa beraksi.

"Loh sudah tahu sebenarnya (lokasi Ali Kalora dan kawan-kawan). Wilayah mereka bermain itu aparat keamanan sudah mengidentifikasi dan medannya memang tidak mudah," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/5/2021).

Hanya, kata Rusdi, mereka tidak diam di satu tempat. Anggota MIT juga tetap bergerak seperti makhluk hidup pada dasarnya.

"Nggak mungkin, diam di sini saja, selesai lah. Mereka kan makhluk hidup juga. Mereka bergerak terus," tuturnya.

Rusdi menegaskan DPO MIT masih berjumlah sembilan orang. Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap mereka.

"Masih, itu masih 9. Iya itu di antaranya pelaku-pelaku yang kemarin kejadian terakhir itu. Tapi Madago Raya tetap berjalan," jelas Rusdi.

"Jadi memang membutuhkan sumber daya yang besar. Artinya fisik personelnya, logistiknya, peralatannya, itu kan membutuhkan sesuatu yang besar," sambungnya.

Sebelumnya, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora kembali beraksi dengan melakukan pembunuhan keji terhadap petani di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam 100 hari kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kelompok MIT belum bisa dibinasakan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan Satgas Madago Raya yang ada di Poso masih bekerja. Dia meminta masyarakat tidak membayangkan kondisi geografis di Poso seperti di Jakarta.

"Ya tentunya kan kita ada satgas di sana ya. Ada satgas yang ada di Poso. Dan kalau teman-teman lihat bahwa di sana itu geografisnya tidak sama seperti kita bayangkan di Jakarta maupun di tempat-tempat lain yang tidak banyak tantangan," ujar Argo kepada wartawan di kantornya, Senin (17/5).

Argo menjelaskan kondisi geografis di Poso tempat MIT beraksi merupakan gunung yang membuat tidak semua personel bisa naik. Menurutnya, kondisi tubuh anggota harus disesuaikan di sana.

"Di sana ada gunung yang kalau di atas gunung itu kadar oksigennya berkurang. Tidak semua personel bisa naik ke sana. Dan kondisi badan, tubuh, yang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan di sana," tuturnya.

(maa/maa)