Biaya Vaksin COVID Mandiri: Dimulai Hari Ini, Ditanggung Perusahaan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:57 WIB
Vaksinasi Gotong Royong
Vaksinasi Gotong Royong (Istimewa)
Jakarta -

Biaya vaksin COVID mandiri melalui skema program vaksinasi gotong royong sudah resmi ditetapkan pemerintah. Berbeda dengan vaksin yang diberikan pemerintah secara cuma-cuma, vaksin ini akan ditanggung pihak pengusaha.

Ketentuan harga telah diteken oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643.2021.

Lantas, apa saja yang perlu diketahui dari vaksin COVID mandiri ini? berikut ulasannya:

Harga yang Ditentukan

Biaya vaksin COVID mandiri dipatok dengan harga Rp 321.660 per dosis. Sedangkan untuk pelayanan vaksinasi dipatok harga Rp 117.910 per 1 kali vaksin. Dengan begitu, jumlah total untuk satu kali vaksin mencapai Rp 439.570.

Disebutkan bahwa harga pembelian vaksin yang dipatok merupakan harga tertinggi per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha, termasuk keuntungan 20 persen dan biaya distribusi ke kabupaten/kota.

Sementara itu, harga vaksin Gotong Royong yang dipatok belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). Hal itu juga berlaku pada tarif pelayanan vaksin.

"Batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, sudah termasuk margin atau keuntungan 15 persen (15 persen), namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh)," demikian isi keputusan menteri.

Dimulai Hari Ini

Selain biaya vaksin COVID mandiri yang perlu diketahui, terkait jadwal dimulainya vaksin juga akan dibahas. Tepat hari ini (18/5), vaksin COVID mandiri melalui program vaksinasi gotong royong mulai dilakukan.

Sejumlah perusahaan menggelar vaksinasi untuk para karyawannya, salah satunya adalah PT Unilever yang berada di Jababeka, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo yang meninjau pelaksanaan vaksinasi berharap herd immunity dapat segera terbangun.

"Terima kasih pada seluruh perusahaan manajemen dan karyawan dan juga Kadin yang telah bersama-sama melaksanakan vaksin gotong royong ini, yang kita harapkan ini akan segera membangun sebuah herd immunity, kekebalan komunal, kekebalan komunitas dan penyebaran COVID bisa kita hambat dan bisa kita hilangkan dari negara yang tercinta ini," ujar Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksin gotong royong, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

"Saya melihat ada 18 lokasi perusahaan, pabrik, industri, yang juga bersama-sama melaksanakan vaksinasi gotong royong, kita harapkan dengan telah dimulainya vaksinasi di industri, manufaktur, di pabrik, di lokasi produktif, kawasan industri, kita harapkan semuanya nanti terlindungi dari penyebaran COVID," lanjutnya.

Ditanggung Perusahaan

Biaya vaksin COVID mandiri akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan pelaksana. Para penerima vaksin melalui program gotong royong tidak akan dikenai biaya apa pun.

"Karyawan atau karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga sebagai penerima vaksin COVID-19 dalam pelayanan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat 3 tidak dipungut bayaran/gratis," demikian yang terdapat dalam Permenkes Pasal 3 Ayat 5.

Diketahui perusahaan-perusahaan yang terlibat berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Untuk menjalankan program vaksinasi, Kadin menggandeng PT Kimia Farma Tbk dalam hal distribusi dan penyuntikan.

Untuk lokasinya, vaksinasi ini akan dilakukan di fasyankes milik BUMN atau swasta yang memenuhi syarat pelayanan yang diatur.

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kerja sama antara badan hukum atau badan usaha dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik masyarakat/swasta," bunyi pasal 22 ayat 3.

Vaksin yang Digunakan

Pada Maret 2021, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyebut ada 3 jenis vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong. Ketiganya adalah Novavax, Moderna, dan Sinopharm.

Selain tiga vaksin tersebut, ada satu vaksin lagi yang akan digunakan, yakni CanSino buatan China.

Simak video 'Harapan Jokowi dengan Dimulainya Vaksinasi Gotong Royong di Industri':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)