Jokowi Beberkan Mobilitas Selama Lebaran di Tempat Wisata Melonjak Drastis!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:24 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan data mengenai mobilitas masyarakat di tempat wisata selama libur Lebaran 2021 yang melonjak drastis. Jokowi meminta semua pihak waspada.

"Saya melihat dari grafis dan kurva yang ada, mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin, di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali 38 persen sampai 100,8 persen. Hati-hati dua minggu ke depan, ini semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan, mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100,8 persen," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada kepala daerah se-Indonesia seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Jokowi memerintahkan tempat wisata di zona merah dan oranye ditutup sementara. Sedangkan tempat wisata di zona hijau boleh dibuka tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Gubernur, bupati, wali kota hati-hati yang zonanya masih merah, zonanya masih oranye tempat wisata itu harus ditutup dulu. Yang kuning dan hijau buka tetapi sekali lagi petugas harus ada di sana, satgas harus ada di sana. Sehingga protokol kesehatan secara ketat tetap dilaksanakan, tidak boleh lepas manajemen, lepas tata kelola kita," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyampaikan tingkat keterisian kamar hotel yang mengalami kenaikan di sejumlah provinsi. Menurut Jokowi, hal itu baik dari segi ekonomi tapi sisi penanganan COVID-19 harus tetap diperhatikan.

"Kemudian juga hati-hati masalah keterisian hotel keterpakaian hotel, ini kita sekali lagi menginjak gas dan remnya harus pas. Kepri ada kenaikan, keterisian hotel, keterpakaian hotel dari 10 melompat menjadi 80. Itu baik untuk ekonomi, tapi hati-hati untuk COVID-nya, hati-hati. DKI Jakarta juga naik dari 36 melompat ke 53 juga hati-hati. Banten dari 26 ke 43, hati-hati. Lampung dari 30 ke 45 hati-hati," ujar Jokowi.

"Sisi ekonominya baik sisi COVID-nya harus dikendalikan betul, hati-hati protokol kesehatan. Kalau dua-duanya bisa dikendalikan dengan baik, dikendalikan dengan manajemen yang ketat, ya ini baik-baik saja mengenai keterisian kamar-kamar hotel tetapi kalau tidak bisa mengendalikan hati-hati," sambung Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti soal indikator pengendalian pandemi COVID-19 yang dikeluarkan WHO. Jokowi menyoroti soal tracing yang masih lemah.

"Ini penting sekali, yang berkaitan terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini harus bersama-sama urusan yang berkaitan dengan testing, semakin banyak semakin baik. Kemudian yang kedua berkaitan dengan tracing, ini hati-hati kalau ada satu orang yang positif, dan itu harus dilacak betul, dia kontak dengan orang lain lebih dari 15 menit dan jarak minimalnya kurang-lebih satu meter, beberapa orang itu yang harus segera dicek betul diisolasi, dikarantina. Ini kelemahan kita ini ada di nomor 2, di-tracing, baru ke perawatan di-treatment, saya kira Saudara-saudara tahu mengenai ini," tutur Jokowi.

(knv/imk)