Kapolsek Klaim Trauma Korban Perkosaan di Bekasi Tak Berat, Pengacara Protes

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 13:57 WIB
Pengacara korban pemerkosaan di Bekasi (Sachril-detikcom)
Pengacara korban pemerkosaan di Bekasi (Sachril/detikcom)
Bekasi -

Pengacara korban memprotes pernyataan polisi yang mengklaim trauma ABG korban pemerkosaan di Bekasi tak terlalu berat. Pernyataan itu disebut tak berdasar.

"Kami kuasa hukum dari korban ingin meluruskan terkait statement Ibu Kapolsek Bekasi Barat terkait klien kami tidak trauma. Faktanya, hari ini klien kami dilayani oleh Pemkot Bekasi untuk dilakukan trauma healing," ujar kuasa hukum korban, Eric Yusrial Barus, di Bekasi, Selasa (18/5/2021).

Dia mengatakan psikolog juga menyebut korban pemerkosaan itu mengalami trauma berat. Korban disebut masih ketakutan untuk tidur sendiri.

"Menurut keterangan psikolog yang disampaikan ke kami, anak ini masih sangat trauma. Bahkan untuk tidur sendiri pun korban ini masih ketakutan, khawatir karena pelaku utama belum ditangkap. Korban atau klien kami masih sangat takut didatangi korban atau temannya karena berita ini cukup viral, jadi dia masih khawatir," ujarnya.

Sebagai informasi, persoalan trauma ini sempat disinggung oleh Kapolsek Bekasi Kota Kompol Armayni. Dia menyebut telah bicara dengan korban dan menilai trauma korban tidak terlalu berat.

"Saya yang langsung ketemu korban dan lakukan interview dengan korban, secara sesama perempuan, hari pertama itu siangnya sudah bisa saya ajak bicara dan nggak terlalu traumanya berat lah," ujar Armayni, Senin (17/5).

Kembali ke Eric. Dia menyayangkan ucapan Armayni tersebut. Dia mengaku akan menemui Armayni untuk meminta klarifikasi.

"Kami pertama mungkin akan minta klarifikasi Kapolsek dulu ya. Dari sini kami akan ke Polsek menanyakan dasar statement beliau, menyatakan klien kami tidak trauma apa. Karena beliau bukan psikolog, ya," jelasnya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua terduga pelaku perampokan dan pemerkosaan ABG di Bekasi, RP dan AH. Pelaku utama, Rangga Tias Saputra (27), masih diburu polisi.

Peristiwa perampokan dan perkosaan ABG berusia 15 tahun itu terjadi pada Sabtu (15/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

Pemkab Bekasi Beri Pendampingan

Sejumlah petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi mendatangi rumah korban di Bekasi Barat. Mereka memberikan trauma healing ke korban dan keluarganya.

"Penanganan hari ini adalah pemulihan psikologis khusus korban dan orang tuanya yang masih merasakan trauma yang sangat mendalam dan kecewa, sedih, semua. Tapi Insyaallah dengan adanya kita membawa psikolog untuk korban dan keluarga akan sedikit demi sedikit akan membaik, Insyaallah akan kembali ke semula," ujar Kasi Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Bekasi, Mini Aminah, Selasa (18/5/2021).

Mini mengatakan trauma healing diberikan secara bertahap. Dia mengatakan korban masih dalam kondisi trauma.

"Traumanya ya karena trauma orang yang nggak dikenal terus nggak tahu bentuknya (pelaku) seperti apa. Dia hanya merasakan tangannya kekar dan tidak paham seperti apa wajahnya, wujudnya juga nggak tahu. Kan disekap dari belakang dan ditutup dengan bantal ya, itu yang syok," jelasnya.

Psikolog, Nur Hidayah, mengatakan peristiwa itu membuat korban menjadi lebih berhati-hati terhadap orang asing dan takut keluar rumah. Korban masih syok.

"Peristiwa itu mengakibatkan dia jadi lebih mudah hati-hati sama orang asing. Jadi takut kalau keluar rumah juga nggak mau. Jadi lebih sering di kamar gitu ya karena khawatir orang itu, penjahat itu tiba-tiba ada di sekitar rumah. Jadi pasti itu tentu sangat syok yang mendalam," ujarnya.

Dia mengatakan setiap orang yang mengalami trauma memiliki masa penyembuhan yang berbeda-beda. Untuk sekarang ini, katanya, kondisi korban dan keluarga mulai membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.

"Pertama harus ada penerimaan diri bahwa kejadian itu dialaminya dan menyadari bahwa sebuah, suatu kondisi kita itu tidak bisa memilih. Jadi anak itu sudah memahami dan menyadari," ujar dia.

"Alhamdulillah orang tuanya (korban) dengan kondisi sekarang, kuat dan banyak dukungan dari keluarga tentunya, ya. Juga buat dukungan keluarga itu yang memperkuat keluarga ini untuk akhirnya bersedia melakukan proses hukum dan selanjutnya," sambungnya.

Tonton juga Video: Polisi Beri Trauma Healing Korban Pemerkosaan di Bekasi

[Gambas:Video 20detik]



(sab/haf)