Jakarta Youth Choir Akui Kurang Pengetahuan soal Paduan Suara Dalam Istiqlal

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:52 WIB
Jakarta -

Wagub DKI Ahmad Riza Patria telah meminta maaf atas video paduan suara di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, yang dilakukan Jakarta Youth Choir (JYC). Sementara itu, dari pihak JYC juga mengakui kurang pengetahuan dalam pelaksanaan paduan suara di tempat ibadah itu.

"JYC mengakui memiliki pengetahuan yang kurang perihal ini, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat, terutama umat Islam. Karena itu, JYC meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh umat Islam, pengurus Masjid Istiqlal, juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peristiwa ini telah memberi pelajaran bagi JYC untuk tidak mengulangi hal serupa di kemudian hari," ujar Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda DKI Jakarta Muhammad Zen dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

JYC sendiri merupakan binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta. Zen menyatakan konten tersebut merupakan inisiatif dan sumbangan karya dari JYC yang berkolaborasi dengan Jakarta Experience Board (JXB).

"Konten tersebut rencananya ditayangkan pada momen Lebaran untuk memeriahkan Idul Fitri secara virtual. Ada 2 video yang dibuat, yang pertama melantunkan Asmaul Husna dan kedua menyanyikan lagu Lebaran karya Ismail Marzuki," ujarnya.

Pemprov DKI melalui Wagub Riza Patria juga sudah menyampaikan permohonan maaf. Zen mengatakan tidak ada maksud lain dari JYC dalam pembuatan video paduan suara di Masjid Istiqlal.

"Tidak ada maksud lain dari adik-adik JYC dalam pembuatan video tersebut, selain untuk menyemarakkan suasana lebaran dan semangat Jakarta sebagai kota kolaborasi. Pak Wagub menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya dan berterima kasih atas masukan dan saran yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta. Ini pelajaran berharga bagi kami, agar ke depannya lebih berhati-hati lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, Riza menerangkan, paduan suara di dalam Masjid Istiqlal merupakan usul dari JYC. Riza mengatakan akun instagramnya juga sempat mengunggah ulang video tersebut di akun @arizaPatria. Namun kemudian dihapus.

"Video ini di-posting di akun resmi Pemprov DKI Jakarta nama akunnya @dkijakarta. Namun bukan atas perintah Gubernur maupun Wakil Gubernur sebagaimana pemberitaan yang beredar," kata Riza.

"Tidak ada maksud apa pun dari adik-adik kita di JYC dalam pembuatan video tersebut selain untuk turut menyemarakkan kegembiraan suasana Lebaran dengan semangat Jakarta sebagai kota kolaborasi," katanya.

(idn/imk)