3 Eks Sespri Wanita-Istri Edhy Prabowo Jadi Saksi Sidang Kasus Benur

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:25 WIB
Sidang Kasus Benur Edhy Prabowo
Sidang Kasus Edhy Prabowo (Foto: Arun/detikcom)
Jakarta -

Sidang kasus suap izin ekspor benih lobster (benur) terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dkk kembali berlanjut. Jaksa menghadirkan istri Edhy, Iis Rosita Dewi, dan tiga eks sekretaris pribadi (sespri) wanitanya.

"Ada 9 orang saksi, Yang Mulia," kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021).

Edhy tiba di ruang sidang Hatta Ali sekitar pukul 10.15 WIB. Ia tampak mengenakan pakaian batik dan masker.

Setiba di ruang sidang, Edhy langsung menghampiri istri dan putranya. Ia tampak memeluk putranya yang hadir di kursi pengunjung.

Seluruh saksi yang dihadirkan jaksa datang secara langsung, kecuali Iwan Febrian. Ia hadir secara virtual karena alasan sakit COVID-19.

Berikut daftar saksi yang dihadirkan jaksa:
1. Anggia Tesalonika Kloer, eks sespri Edhy Prabowo
2. Putri Elok Sukarni, eks sespri Edhy Prabowo
3. Putri Tjatur Budilistyani, eks stafsus Edhy Prabowo
4. Fidya Yusri, eks sespri Edhy Prabowo
5. Iis Rosita Dewi, istri Edhy Prabowo
6. Dicky Hartawan, eks ajudan Edhy Prabowo
7. Iwan Febrian, wiraswasta
8. Barry Elmirfak Hatmadja, swasta
9. Andhika Anjaresta, PNS Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP
10. Chandra Astan, swasta

Iis Rosita Dewi dan Anggia Tesalonika sebelumnya sudah pernah diperiksa dalam perkara suap izin ekspor benur. Saat itu, Iis dan Anggia periksa sebagai saksi dengan terdakwa penyuap Edhy, Suharjito.

Edhy Prabowo didakwa menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengatakan Edhy menerima uang suap dari beberapa tangan anak buahnya.

Edhy didakwa bersama stafsus dan Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, dan Safri selaku stasfus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Atas dasar itu, Edhy Prabowo disebut jaksa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

(run/knv)