Warga Musi Rawas Utara Blokade Jalinsum Imbas Larangan Pesta Malam

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 10:37 WIB
Warga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malam
Warga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malam. (Dok. Istimewa)
Palembang -

Aksi unjuk rasa warga dengan memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terjadi lantaran ada larangan pesta malam dari pemerintah daerah (pemda). Warga membakar ban dan melintangkan kayu di tengah jalan.

Informasi yang dihimpun detikcom, blokade jalan yang terjadi sejak Senin (17/5/2021), pukul 17.00 sore hingga pukul 22.00 WIB. Unjuk rasa itu terjadi di Desa Karang Anyar, Desa Batu Gajah Baru dan Desa Maur Baru, Muratara.

"Nah, gara-gara pesta malam tidak boleh, jalan ditutup, nah, ayo pemerintah Muratara bagaimana solusinya," kata salah seorang warga ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (18/5/2021).

Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara tidak melarang pesta malam yang sudah menjadi tren di masyarakat sejak dahulu. Sementara warga setempat diduga sudah memiliki sebuah kesepakatan semacam persatuan pesta malam.

"Kami tidak sepakat dengan keputusan penutupan pesta malam. Kalau dibatasi sampai jam 12 malam kami masih tidak masalah, karena di desa kami ada persatuan pesta malam. Kami yang sudah menyumbang uang di acara pesta malam itu bagaimana untuk mengembalikannya kalau ke depannya pesta malam di tutup," kata dia.

Jalan kembali dibuka setelah pejabat daerah setempat mendatangi lokasi Jalinsum yang ditutup dan mencoba untuk menenangkan warga. Dalam video yang diterima detikcom, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Muratara, Devi Suhartoni dan Ahmad Inayatullah, bersama Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto dan Dandim 0406 MLM Letkol (Inf) Erwinsyah Taufan turun langsung ke lokasi blokade.

Warga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malamWarga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malam (Dok. Istimewa)

Di hadapan masyarakat, Devi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyosialisasikan soal larangan pesta malam ini sejak jauh-jauh hari. Bahkan sebelumnya juga sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Muratara Nomor 17 Tahun 2019 tentang pesta malam.

"Bapak ibu harus tahu, Perda-nya sudah ada, masalah ini sudah kami sosialisasi selama dua bulan bahwa akan ada penegakan, seluruh kades sudah kami kasih tahu, supaya tidak terjadi gejolak seperti ini," kata Devi di lokasi kejadian.

Devi mengaku pihaknya sudah dua bulan melakukan sosialisasi tersebut, Devi mempersilakan warga yang ingin protes atau menyampaikan usulan solusi.

"Mau protes silakan, demonstrasi tidak masalah, itu hak demokrasi, tetapi pada ruang yang tepat, bukan dengan cara menutup jalan. Andai Bapak Ibu mau ke kantor saya, terbuka lebar, rumah dinas saya terbuka, silakan datang, mari kita diskusi, jangan menutup jalan, malu kita," katanya.

Pada pukul 22.00 WIB, warga akhirnya membuka blokade dan jalan bisa kembali. Kabag Ops Polres Muratara Kompol Hendri membenarkan kejadian itu dan belum bisa memberikan keterangan lebih rinci.

"Kejadiannya benar, tapi untuk jelasnya langsung ke atasan saja ya," katanya singkat.

Hingga berita ini ditayangkan detikcom masih menunggu konfirmasi lebih lanjut pihak berwajib.

Warga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malamWarga Musi Rawas Utara memblokade Jalinsum karena protes terhadap larangan pesta malam. (Dok Istimewa)

Lihat juga video 'Anggotanya Viral Berpesta Tanpa Masker, Kapolda Jambi Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)