Penyekatan Arus Balik di Tol Japek Diperpanjang hingga 24 Mei, Ini Alasannya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 18:51 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: Wilda/detikcom)
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Penyekatan pemudik di Tol Jakarta-Cikampek Km 34B yang mengarah ke Jakarta diperpanjang hingga 24 Mei mendatang. Perpanjangan penyekatan arus balik dilakukan karena belum semua pemudik kembali ke Jakarta.

"Jadi kita akan siapkan poskonya sampai tanggal 24 (Mei). Kalau nanti ternyata kita hitung-hitungan dari jumlah kendaraan masuk Jakarta belum kembali seluruhnya, kita perkirakan volumenya masih besar, tentu ini bisa kita perpanjang sampai tanggal 3 (Juni)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Tol Japek Km 34B, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Sambodo menerangkan pihaknya telah menyiapkan tiga skenario jika ditemukan adanya kepadatan pada arus balik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek yang mengarah ke Jakarta. Pertama, polisi menyiapkan contraflow mulai dari Km 62 sampai Km 42.

"Km 42 tidak cukup sampai Km 28, 28 tidak cukup contraflow sampai Km 5 menjelang Halim," lanjutnya.

Sambodo menjelaskan, jika semua skenario itu tidak mampu mengurai kepadatan, pihaknya akan melaksanakan one way dari Cikampek menuju arah Jakarta.

"Kalau itu tidak menolong juga, maka atas seizin korlantas, koordinasi dengan jajaran, bisa saja kita melaksanakan one way, dari Cikampek sampai masuk ke Jakarta," katanya.

Sambodo menuturkan pihaknya juga menaruh atensi penuh di jalur-jalur arteri yang didominasi oleh pengendara motor. Sebab, pengendara motor yang mengarah Jakarta banyak melewati jalur-jalur arteri.

"Atensi utama sekarang adalah sekarang tidak hanya di jalan tol, tapi juga di jalur arteri, mengingat banyaknya pengemudi sepeda motor yang kemarin sudah meninggalkan Jakarta, nah tentu jalur arteri ini akan kita tambah kekuatan," ungkapnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sebelumnya menyampaikan ada sekitar 1 juta warga Jakarta yang meninggalkan Ibu Kota saat larangan mudik. Data itu diambil berdasarkan data perlintasan di gerbang tol, bandara, dan stasiun kereta api.

"Ada sekitar 1 juta orang yang berdasarkan data perlintasan melalui gerbang tol dan bandara, serta stasiun kereta api yang keluar. Termasuk tambahan yang menggunakan kendaraan roda dua yang melewati Kedungwaringin menuju Jawa," kata Fadil di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/5).

(whn/zak)