Pasca Bentrok, 2 Dusun di Lampung Masih Tegang

Pasca Bentrok, 2 Dusun di Lampung Masih Tegang

- detikNews
Minggu, 12 Mar 2006 23:04 WIB
Lampung - Suasana kampung Dusun Jati Harjo dan Gedung Gumanti, Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Lampung Selatan, masih tegang. Puluhan polisi masih berjaga-jaga. Suasana itu menyusul bentrokan warga kedua dusun pada Jumat (10/3/2006) pagi, sekitar pukul 10.00, yang menyebabkan sebelas terluka, tiga rumah dan dua sepeda motor terbakar."Masih tegang, Mas. Sejumlah warga masih berjaga-jaga dengan senjata mereka. Puluhan polisi juga melakukan penjagaan," kata Yudhi, warga Lampung kepada detikcom Minggu (12/3/2006).Bentrok antarwarga itu diduga dipicu perusakan tanaman milik warga Jati Harjo di areal hutan tanaman industri (HTI) pada Selasa (7/3/2006) yang diduga dilakukan warga Dusun Gedung Gumanti.Mereka yang mengalami luka-luka antara lain Brigadir Polisi Kepala A.S. Siregar, Baherum, Bambang, dan Kepala Dusun Gedung Gumanti, Thobroni. Di pihak warga Dusun Jati Harjo, korban luka antara lain Jari, Teri, Wal, dan Amir, kepala dusun mereka.Saat bentrokan, ratusan warga dari dua dusun tersebut saling berhadapan membawa golok, pedang, tombak, pedang dan senjata tajam lain. Aparat polisi yang sempat mau merelai malah kewalahan. Mereka pun meminta bantuan pasukan Pengendali Massa Kepolisian Resor Lampung Selatan dan Polres Lampung Tengah, serta Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brigade Mobil Daerah Lampung.Awal bentrokan diduga sekitar 15 orang yang mengendarai sepeda motor datang dan merusak tanaman jagung serta sawah milik Warga Jati Harjo. Melihat itu, warga Jati Harjo segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepala dusun.Warga panik dan mencoba menghentikan perusakan itu. Warga yang kesal kemudian berkumpul dan mengusir sekelompok orang dengan lemparan batu. Sebaliknya, menurut warga Gedung Gumanti, mereka diserang sekitar 15 orang bertopeng. Mereka menduga penyerang itu warga Jati Harjo.Berselang satu jam kemudian, warga Dusun Gedung Gumanti balik menyerang Dusun Jati Harjo. Massa itu merusak rumah warga dan mengubrak-abrik isi rumah Bekti, Marsin, Mul, Slamet, Sutris, dan Yasjadi. Selain itu, mereka membakar rumah Sarno, Solikhin, dan Sutri.Menurut warga Gedung Gumanti, ladang yang digarap warga Jati Harjo merupakan tanah adat. Kedua warga dusun sepakat membagi hasil panen. Warga Gedung Gumanti menyokong modal berupa uang dan bibit. Namun, saat panen, warga Gedung Gumanti tidak mendapatkan bagian. Sehingga, mereka ngeluruk Dusun Jati Harjo.Dalam kerusuhan itu, warga Jati Harjo mengaku panik karena mendengar pecahan kaca dan asap rumah yang mengepul. Namun, sebagian besar rumah hanya rusak di bagian pintu, kaca, dan perabotan.Nasib nahas menimpa seorang pelajar SMA, Cipti Hadi, yang sedang dalam perjalanan pulang dari arah Gedung Gumanti. Sepeda motornya, tanpa sebab, dibakar massa dekat pintu masuk Dusun Jati Harjo. Hal serupa juga menimpa sepeda motor Maulan, warga Dusun Gedung Gumanti.Setelah reda, Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar, yang datang ke lokasi meminta warga tenang dan menyelesaikan masalah tersebut dengan hati dingin. Dia akan memperbaiki rumah yang rusak dan mengobati warga yang terluka. Itu yang terpenting. Lalu, persoalan sengketa lahan itu akan diselesaikan secara hukum. Jumat sore itu, wakil warga kedua dusun melakukan perdamaian di Kantor Kepolisian Sektor Natar. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads