Derita Hydrocephalus, Adnan Tak Punya Biaya Berobat

Derita Hydrocephalus, Adnan Tak Punya Biaya Berobat

- detikNews
Minggu, 12 Mar 2006 14:47 WIB
Palu - Malang benar hidup Mohammad Adnan (1). Baru satu tahun hidup di dunia, bayi mungil ini sudah dicoba dengan derita yang luar biasa. Ia menderita pembengkakan kepala akibat penimbunan cairan atau hydrocephalus. Orang tuanya pun tidak mampu membiayai pengobatannya. Sehari-hari, Adnan hanya bisa tergolek lemah di pangkuan ibunya, Hasnur. Ia tak bisa bermain, berlari seperti teman-teman kecilnya yang lain. Kepalanya yang terus membesar, tidak mampu disanggah oleh dua kakinya yang mungil. Jadilah ia terus berbaring. Semua orang yang memandangnya terasa mampu merasakan penderitaan bocah malang ini. Namun apa yang hendak dikata, ayahnya, Abdul Wahid tidak mampu berbuat apa-apa. Mereka tidak tahu hendak dari mana biaya jutaan rupiah diperolehnya untuk bisa menyembuhkan Adnan.Abdul Wahid, hanyalah seorang tukang ojek. Sementara ibunya, seperti kebanyakan ibu rumah tangga lain lebih banyak berada di rumah. Mereka sekeluarga tinggal di Desa Olaya, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.Orang tua Adnan bukannya tidak pernah berusaha. Pekan lalu, mereka sudah membawa Adnan ke Rumah Sakit Umum Daerah Parigi Moutong. Namun, pihak rumah sakit menyatakan tidak mampu merawat atau menyembuhkan Adnan. Adnan dirujuk ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan. Tentu saja hal ini sulit dipenuhi dan malah menambah orang tua bayi malang ini pusing."Adnan baru satu kali dibawa ke rumah sakit, sebelumnya belum pernah. Kami sudah mengurus kartu miskin, tapi kami belum yakin apa Adnan bisa dibawa berobat ke rumah sakit," ungkap Masnur, memelas. Jika tidak ada dermawan yang bisa membantu bayi malang ini, bisa jadi penderitaannya masih akan berlangsung lama. Dari kesaksian Marwan P Angku dan Irnawati M Basri, orang tua yang anaknya pernah menderita Hydrocephalus, biaya operasinya tidak kurang dari Rp 10 juta. Angka itupun terus bertambah seiring pengecekan kesehatan bayi malang itu pascaoperasi. "Kami harus bolak-balik Makassar-Palu. Setelah dioperasi di bagian kepala untuk mengeluarkan kelebihan cairannya dan harus dipasangi selang, ia masih harus selalu dicek kesehatannya. Sampai kemudian ia meninggal," tutur Marwan kepada detikcom, Minggu (12/3/2006). Jika anda ingin menjadi malaikat penolong Adnan? Anda dinantikan orang tua Adnan di Desa Olaya, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. (ton/)


Berita Terkait