Mbah Tardjo : Go to Hell Exxon
Minggu, 12 Mar 2006 12:16 WIB
Jakarta - Keinginan pemerintah mengelola Blok Cepu secara Joint Company antara Pertamina dengan ExxonMobil, terus menuai penolakan. Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno menilai pengelolaan Blok Cepu harus di bawah pemerintah, apabila pemerintah tidak ingin disebut sebagai penjual bangsa dan negara kepada pihak asing."Kalau perlu go to hell Exxon," kata Mbah Tardjo, panggilan Sutardjo, usai acara Apel Kebangkitan Bangsa di Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2006).Menurut Mbah Tardjo, dalam masalah Blok Cepu ini, semangat nasionalisme harus dibangkitkan dan jangan diberikan ke pihak asing. "Kalau ini diberikan kepada orang asing berarti kita dijajah lagi," jelasnya.Dia pun sependapat dengan pidato yang disampaikan Gus Dur dalam acara yang sama. "Saya setuju, saat ini bangsa Indonesia sudah kehilangan akal. Rasa national pride sudah luntur. Saya menganjurkan pemerintah harus kembali ke jalan yang benar. Kita harus mengambil sikap yang tegas bahwa itu adalah hak Indonesia dan hak rakyat," tandas Mbah Tardjo.Sementara itu mengenai kemungkinan masalah Blok Cepu DPR mengajukan hak angket, Mbah Tardjo tidak mempersoalkan. "Ya nggak apa-apa, kalau memang angketnya benar saya dukung saja," ujarnya.
(mly/)










































