Bali Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 11:40 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Foto: Ilustrasi vaksinasi (AP/Alastair Grant).
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tetap melanjutkan penggunaan Vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi COVID-19. Sebab, Vaksin AstraZeneca yang digunakan di Bali bukan batch CTMAV547 yang dihentikan sementara penggunaannya oleh Kementerian Kesehatan.

"Inggih (ya vaksin AstraZeneca) masih (digunakan)," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (17/5/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya (Sui Suadnyana/detikcom).Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya (Sui Suadnyana/detikcom).

Suarjaya menjelaskan, hingga saat ini Bali tidak ada menerima vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang dihentikan sementara oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin AstraZeneca yang tiba di Bali memiliki nomor batch CTMAV514, CTMAV516, CTMAV539 dan CTMAV544.

"Berarti dipastikan semua vaksin AstraZeneca untuk Bali tidak termasuk yang ditarik," terang Suarjaya.

Sebelumnya, Bali telah menerima vaksin AstraZeneca sebanyak 200 ribu dosis. Vaksin ini digunakan untuk tiga wilayah yang dirancang menjadi zona hijau COVID-19 seperti Internasional Tourism Development Center (ITDC) di Kabupaten Badung, Ubud di Kabupaten Gianyar dan Sanur di Kota Denpasar.

Setelah itu, pada awal Mei pihaknya kembali menerima vaksin AstraZeneca sebanyak 501 ribu dosis. Vaksin ini telah disebarkan ke sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata.

Suarjaya menuturkan bahwa penggunaan Vaksin AstraZeneca di Bali juga menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun dalam kategori ringan.

"Gejala yang berat dipastikan belum ada. Kegiatan vaksinasi COVID-19 dengan menggunakan AstraZeneca dipastikan tetap berjalan," kata terangnya.

Simak video 'Alasan Kemenkes Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2