Round-Up

Serba-serbi Arus Balik Lebaran 2021 Masuk DKI Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 05:30 WIB
Pemeriksaan di Pos Arus Balik Bekasi
Foto: Afzal/detikcom


42.307 Kendaraan Diputar Balik Saat Arus Balik

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyebut telah memutar puluhan ribu kendaraan pada Minggu (16/5) di seluruh Indonesia. Namun, jika ditotal sejak Operasi Ketupat masa larangan mudik dari 6 sampai 17 Mei, ada ratusan ribu orang yang diputar balik.

"Saya sampaikan, kendaraan yang diputar balik hari ini (saat arus balik) 42.307. Selama operasi, dari Sumatera sampai Bali, sebanyak 453.650," ujar Istiono.

72 Orang Pemudik Reaktif

Polri mengetes antigen secara acak terhadap 13.675 pemudik selama arus balik balik lebaran. Hasilnya, sebagian kecil pemudik yang dinyatakan reaktif.

"Dari 1.847 (di KM 34 Tol Jakarta-Cikampek), yang reaktif ada empat. Kemudian random test yang dilaksanakan di seluruh Indonesia 13.675 hari ini, reaktif sebanyak 72 orang," kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono, kepada wartawan Minggu (16/5/2021).

Selain di KM 34, tes antigen bagi pemudik juga dilakukan di Pos Sasak Jarang, Kota Bekasi. Sebanyak 223 pemudik yang dites, belum ada pemudik yang dinyatakan reaktif virus Corona.

"Kita melaksanakan tes swab antigen hari ini untuk di pos ini saja sudah 223, dari 223 itu tidak ada yang reaktif, semuanya non reaktif," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi saat meninjau pos pemeriksaan di Pos Sasak Jarang, Kota Bekasi, Minggu (16/5/2021).

Belum Ada Puncak Arus Balik

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menilai sampai saat ini belum terpantau ada puncak arus balik lebaran atau Idul Fitri tahun ini. Arus lalu lintas menuju Jakarta masih terpantau lancar.

"Kalau kita monitor, sampai malam hari ini, arus balik belum nampak karena kendaraan masuk ke Jakarta 21 ribu. Biasanya, arus balik di atas 60 ribu. Kita lihat perkembangan seperti apa," ujar Istiono kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Istiono memberikan informasi bahwa arus balik di Pulau Jawa masih sepi. Bahkan dia menyebut kondisinya di bawah normal.

"Kalau lihat dari jalur Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat menuju Jakarta, arus masih di bawah normal," katanya.


(aik/aik)