Tentang Coro yang Sering Dipakai dalam Percakapan Warga di Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 03:13 WIB
Close up hand hold Dead Cockroach tentacle
Foto: Getty Images/iStockphoto/ananaline

Budi mengatakan coro juga kerap dipakai sebagai ejekan oleh warga di Medan. Dia menyebut coro biasa disematkan ke orang-orang yang lemah. Hal ini berbanding terbalik dengan analogi ular bagi orang yang bisa menggigit atau membalas orang yang menindasnya.

"Coro atau kecoak tidak seperti ular yang jika salah injak dapat mematuk sampai menewaskan penginjaknya," ujar Budi.

Budi mengatakan harusnya pemerintah daerah tetap menjaga penggunaan kata-kata khas, termasuk untuk penamaan serangga di wilayahnya. Hal ini, katanya, perlu dilakukan untuk menjaga keberagaman bahasa di Indonesia.

"Ekstensifikasi bahasa Indonesia jauh menerobos jantung masyarakat sehingga mempengaruhi penggunaan bahasa daerah. Sejatinya bersamaan dengan luberan bahasa Indonesia, bahasa lokal atau penggunaan bahasa lokal untuk sebutan-sebutan unik dan khas bermuatan tempatan harus dipertahankan agar masyarakat mengerti khasanah lokal. Muatan lokal dapat mempertahankan identitas tempatannya dalam bersinggungan dengan anasir asing yang merambah kuat ke tubuh masyarakat," pungkas Budi.

Halaman

(aik/aik)