Polisi Tegur Pemobil Coba Masuk Rangkaian Wapres di Exit Tol Semanggi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 21:08 WIB
Petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) Satlantas Polres Jakarta Timur saat melakukan penilangan pada pengendara mobil yang melanggar aturan Ganjil-Genap di Simpang Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020). Sanksi tilang bagi pelanggar pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap diberlakukan lagi di Jakarta mulai hari ini. Pembatasan itu sebelumnya dicabut sementara sejak pertengahan Maret lalu karena adanya pandemi Covid-19 yang berujung pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Ilustrasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sebuah video yang menyebutkan pemobil mencoba masuk rangkaian iring-iringan Wakil Presiden Ma'ruf Amin viral di media sosial. Polisi memberhentikan pemobil tersebut.

Dalam video beredar, terlihat polisi memberhentikan mobil berkelir hitam merah. Mobil ini dikendarai seorang pria dan satu orang penumpang wanita.

Dalam video tersebut, seorang polisi melaporkan adanya mobil yang mencoba mengikuti rangkaian Wapres. Kejadian ini juga diunggah akun instagram resmi miliki TMC Polda Metro Jaya. Kejadian disebut terjadi di Exit Tol Semanggi, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"17:39 #Polri amankan pengguna jalan yang berusaha masuk ke rangkaian kendaraan perjalanan Wakil Presiden RI di Exit Tol Semanggi Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan," tulis TMC, Minggu (16/5/2021).

Pukul 20.30 WIB, postingan ini sudah tidak bisa ditemukan lagi. Sebelum dihapus, unggahan ini sudah disukai 4 ribuan orang di pukul 19.35 WIB.

Dalam foto yang diunggah akun TMC, terlihat kedua pengendara turun dari mobil. Selain itu, terdapat 4 orang petugas kepolisian yang berada di lokasi melakukan pengecekan.

detikcom kemudian meminta konfirmasi mengenai kejadian tersebut kepada Dirlantas Kombes Sambodo Purnomo Yogo. Dia menjelaskan pengemudi mobil tersebut tak ditilang.

"Tidak ditilang, hanya ditegur. Kejadian tadi sore, pukul 17.00 WIB di keluaran tol depan Polda," kata Sambodo.

(gbr/knv)