Konflik dengan Manusia, 2 Gajah Mati di Riau
Sabtu, 11 Mar 2006 17:38 WIB
Pekanbaru - Konflik gajah dengan manusia kembali terjadi di Riau. Kali ini dua ekor gajah jantan dewasa ditemukan membusuk di sekitar Hutan Taman Rakyat Kecamatan Gandis, Kabupaten Bengkalis, 60 KM arah utara Pekanbaru.Dua ekor gajah yang mati ini sudah tidak lagi ditemukan gadingnya. Kematiannya cukup berdekatan dengan pusat pelatihan gajah di daerah tersebut.Informasi ini disampaikan aktivis WWF Riau Nurcholis Fadli kepada detikcom, melalui sambungan telepon, Sabtu (13/3/2006).Menurut Fadli, kematian dua ekor gajah ini disinyalir sengaja dibunuh oleh pihak-pihak tertentu. Sebab, kalau gajah itu mati di kawasan pusat pelatihan gajah, tentulah aparat sekolah pelatihan gajah akan menguburkannya sendiri.Kuat dugaan gajah jantan ini merupakan gajah yang direlokasi oleh Pemda Riau dari kawasan konflik.Tindakan ini menurut Fadli sudah biadap, karena konflik gajah di Riau selalu saja ada indikasi pembunuhan gajah. Karena pemerintah daerah tidak mau repot mengurusi gajah-gajah di Riau.WWF menentang kebijakan pemerintah daerah untuk merelokasi gajah apabila terjadi konflik. Hasil penyelidikan tim WWF yang berada di lokasi, kawasan konflik gajah dengan manusia merupakan habibat gajah yang dirusak manusia, baik untuk perkabunan, atau hutan tanaman industri."Karena itu pogram relokasi gajah harus segera dihentikan karena banyak yang gagal. Dimana gajah-gajah banyak yang mati setelah direlokasi," kata Fadli.
(jon/)











































