Tentara Gadungan Dihajar Tentara Beneran
Sabtu, 11 Mar 2006 16:48 WIB
Pekanbaru - Nasib apes menimpa Zulfikar Lubis (25) yang mengaku anggota Arhanud Pekanbaru, Riau berpangkat Letnan Dua (Letda). Apesnya, aksinya ini ketahuan tentara beneran. Akibatnya, dia babak belur dihajar. Zul yang memiliki cita-cita menjadi TNI itu kini ditahan di Poltabes Pekanbaru. Dia berurusan dengan aparat gara-gara tingkahnya yang mengaku anggota Batalyon Arhanud 13 Bukit Barisan. Kini sarjana lulusan Akdemi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang Sumatera barat itu mendekam di sel polisi. Informasi yang dihimpun detikcom di Poltabes Pekanbaru, Sabtu (11/03/2006) diketahui, pria berdarah Batak itu bekerja di sebuah perusahaan kredit sepeda motor Adira di Pekanbaru. Tugasnya menagih konsumen yang nunggak kredit sepeda motor. Jumat lalu, Zul ditugasi pihak Adira untuk menagih Mulyono warga Simpang Tiga Pekanbaru yang nunggak sepeda motor merk Suzuki selama satu bulan. Saat Zul menagih, si pemilik sepeda motor staf di SMP 25 Pekanbaru tidak berada di rumah. Karena itu, Zul meninggalkan kartu namanya. Kartu nama itu diberi nama lengkap Letda Zulfikar Lubis anggota Batalyon Arhanud. Dia juga mencantumkan nomor HP-nya. Setelah Mulyono pulang ke rumah, dia pun terkejut melihat yang menagih tunggakan sepeda motor itu anggota TNI. Untuk memastikan itu, kebetulan di SMP 25 ada salah satu guru yang merupakan istri anggota Arhanud. Lewat itulah, Mulyono berkonsultasi tentang keabsahan Letda Zulfikar tadi. Untuk memastikan hal itu, istri tentara ini mempertanyakan pada suaminya yang bertugas di Batalyion Arhanud. Dari sana ketahuan kalau Zulfikar mantan Menwa ASKI itu ternyata tentara gadungan. Siasat pun dilakukan. Mulyono diperintahkan menelepon Zul dengan alasan akan membayar tunggakan sepeda motornya. Tanpa curiga, Zul memenuhi undangan tersebut. Tapi dia tidak sadar, jika di rumah Mulyono sudah ditunggu anggota TNI beneran dari Arhanud. Akhirnnya, Zul pun dibekuk pihak TNI dan digiring ke Markas Arhanud Baterai Q. Di markas itu, Zul pun dikasih bogem mentah. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang mengaku anggota TNI itu, pihak Arhanud menyerahkan Zul ke Poltabes Pekanbaru. Pengakuan Zul kepada wartawan di Poltabes Pekanbaru, sejak dia duduk dibangku kuliah dia bercita-cita ingin jadi anggota TNI beneran. Itu sebabnya, dia ikut dalam aktivitas sebagai anggota Menwa. Tapi sayang, cita-citanya itu tidak berhasil. Beberapa kali mendaftar sebagai anggota TNI, Menwa ini tidak pernah lulus. Dari tangan Zul, pihak aparat menyita kartu nama berpangkat Letda. Disamping itu, dari rumah Zul juga disita baju loreng Menwa lengkap dengan baret serta kartu anggota sebagai Menwa.
(jon/)











































