Kebakaran Hutan Meluas, Pekanbaru Diselumuti Asap Tebal

Kebakaran Hutan Meluas, Pekanbaru Diselumuti Asap Tebal

- detikNews
Sabtu, 11 Mar 2006 16:31 WIB
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di Riau kian meluas. Dalam sepekan ini diperkirakan lebih dari 20 ribu hektar yang terbakar. Kini kota Pekanbaru diselimuti asap tebal. Kepala Bapedal Provinsi Riau, Khairul Zainal mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Sabtu (11/03/2006) di Pekanbaru. Menurut Zainal jumlah kawasan yang terbakar semakin meluas. Padahal dua pekan lalu, kawasan yang terbakar hanya sekitar 10 ribu hektar. "Kita perkirakan kini lebih dari 20 ribu hektar kawasan di Riau terbakar. Kondisi itu menyebabkan beberapa kabupaten dan kota di Riau diselimuti asap," kata Khairul. Dia menjelaskan, kawasan paling luas terbakar terjadi di Kota Dumai yang letaknya di semenanjung Selat Malaka. Tim Bepedalda Pemprov Riau yang turun ke lokasi menemukan sebaran titik api terjadi di kawasan HPH yang sudah lama ditinggalkan pihak perusahaan. "Titik api di Riau tidak begitu banyak. Namun kawasan yang terbakar cukup luas. Banyak konsesi HPH di Dumai yang sudah lama ditinggalkan pihak perusahaan kini terbakar," kata Khairul. Selain Dumai, kawasan hutan dan lahan yang terbakar juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Rokan Hilir. Sejauh ini pihaknya masih menyelidiki penyebab utama dari kebakaran tersebut. Pantauan di lapangan, akibat kebakaran hutan ini, kota Pekanbaru kini diselimuti asap tebal. Kendati asap telah menyelimuti sejak pagi hingga sore hari, namun tidak tampak masyarakat yang menggunakan masker. Termasuk penggunaan kendaraan roda dua juga tidak terlihat menggunakan masker sebagai pengamanan dari kabut asap tersebut. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Cabang Pekanbaru, memperkirakan arah mata angin saat menghadap ke bawah menuju bumi. Kondisi tersebut menyebabkan asap hasil pembakaran itu akan memenuhi udara. "Kondisi sekarang ini sudah memasuki musim kemarau. Hal itu memungkinkan penyebaran asap dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan sangat mudah terjadi," kata Kepala BMG Cabang Pekanbaru, Blucher Dologsaribu. Kendati diselumti asap, lanjutnya, jarak pandang di Pekanbaru masih batas yang normal yakni di atas 1 km. Sehingga kondisi itu belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. "Berdasarkan pantuan satelit, saat ini di Sumatera terdapat 118 titik api. Sedangkan untuk kawasan Riau tersebar 100 titik api di sejumlah kabupaten," katanya. (jon/)


Berita Terkait