Hari ini, 40 Tahun Lalu

Hari ini, 40 Tahun Lalu

- detikNews
Sabtu, 11 Mar 2006 15:53 WIB
Jakarta - Harapan buku biografi M Jusuf yang diluncurkan Jumat (10/3/2006) malam akan menjawab misteri dan keberadaan seputar Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tak tercapai.Dalam buku berjudul 'Memoar Jenderal M Jusuf: Panglima para Prajurit' yang ditulis Atmadji Sumarkidjo ini, M Jusuf tidak menjelaskan secara lengkap mengenai misteri seputar Supersemar, termasuk soal misteri naskah asli Supersemar.Hari ini, Sabtu (13/3/2006) tepat 40 tahun peristiwa Supersemar. Namun kontroversinya masih menyelimuti, seiring dengan belum terungkapnya naskah asli Supersemar, sebuah surat yang dijadikan landasan bagi Soeharto untuk memulai berkuasa. Toh, meski belum menjawab misteri seputar Supersemar, buku setebal 458 halaman ini banyak mengungkap seputar kemunculan Supersemar. Seperti penjelasan M Jusuf yang pada halaman 151-208 yang bercerita khusus seputar Supersemar.Menurut buku ini, awal mulanya di tahun 1966 Menpangab Soeharto kesulitan membubarkan PKI. Waktu itu tidak banyak tokoh yang cukup dekat Soekarno, tetapi dipercaya TNI AD. Maka akhirnya ia mendapat tugas untuk membujuk Soekarno, bersama Soeharto.Soekarno dikatakan penulis, tidak mau membubarkan PKI karena memang sudah terbelit komitmen dan doktrin Nasakom yang amat dibanggakan ke luar negeri.Setelah pemberontakan PKI November 1965 - Februari 1966, Soekarno dan Soeharto melakukan pembicaraan dengan Soekarno. Namun kalau sudah menyentuh ke persoalan mengenai pembubaran PKI, Soekarno tidak mau menanggapi.Lalu diusulkanlah orang dari pihak luar. Waktu itu pengusaha besar Dasaad akhirnya melakukan pembicaraan dengan Soekarno. Dalam waktu yang hampir bersamaan Presiden Soekarno mereshuffle kebinetnya, dan menimbulkan gejolak dengan demonstrasi KAMMI.Diluar dugaan Presiden Soekarno bersifat terbuka dan dengan sabar mendengarkan pesan yang disampaikan Soeharto. Soekarno menanyakan berbagai alternatif untuk mengatasi situasi politik saat itu. Akhirnya, Soekarno menyetujui pemberian kewenangan khusus kepada Menpangab Soeharto dan dijanjikan bahwa ABRI akan selalu bersama dengan presiden dan rakyat. Setelah Soekarno setuju untuk memberikan kewenangan kepada Menpangab, lalu langsung dibuat kop perintah dengan kata-kata tepatnya akan dicari.Salinan Supersemar yang diberikan M Jusuf kepada Atmadji terdiri atas dua halaman, yakni halaman pertama berisi tentang surat perintah dan halaman kedua tanda tangan Soekarno pada 11 Maret 1966 selaku presiden/panglima tertinggi/pemimpin besar revolusi/mandataris MPRS. (jon/)


Berita Terkait