Catat! Warga Pulogadung yang Balik dari Mudik Bakal Diswab Antigen

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 01:11 WIB
Kapolsek Pulogadung, Kompol Beddy Suwendi
Kapolsek Pulogadung, Kompol Beddy Suwendi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polsek Pulogadung mendirikan posko swab antigen. Posko itu dikhususkan untuk pemudik yang baru tiba dari kampung halaman.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Beddy Suwendi mengatakan warga yang baru tiba di Jakarta diwajibkan untuk melakukan swab antigen. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

"Bagi masyarakat yang telah kembali mudik, diwajibkan untuk melaksanakan swab antigen di posko kami Polsek Pulogadung," kata Beddy, dalam keterangannya, Sabtu (15/5/2021).

Apabila hasilnya positif, warga akan diisolasi di tempat karantina yang juga telah disiapkan. Namun, jika negatif warga dipersilakan untuk kembali ke rumah.

"Apabila hasilnya positif kami akan siapkan tempat karantina, apabila negatif kami persilakan kembali ke rumah untuk karantina mandiri," ujarnya.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sedikitnya ada sekitar 1,5 juta orang yang meninggalkan Jabodetabek menuju Jawa Tengah dan Timur serta Sumatera sebelum dan selama masa pelarangan mudik.

Untuk mengantisipasi pergerakan pemudik menuju Jabodetabek dan wilayah lainnya dari daerah mudik, pihaknya mendirikan 25 titik cek pos yang juga melaksanakan test antigen random.

"Ada 25 titik yang wajib dibangun untuk test antigen random khususnya dari Sumatera. Lalu ditambahkan 109 titik baik di tol atau arteri dari Jawa ke Jabodetabek. Salah satu yang sudah berjalan ada di rest area Tol Cipularang KM 125 ini. Di Sumatera ada 39 titik untuk test antigen karena indikator dari Sumatera terjadi peningkatan kasus COVID-19," jelasnya.

Hingga hari ini, pihaknya telah melakukan sebanyak 849 random sampling test antigen di 35 titik penyekatan yang ada di seluruh Jawa Barat.

"Di seluruh Jawa Barat di 35 pos cek penyekatan sudah dilakukan random test antigen sebanyak 849 orang. Lalu yang reaktif hanya 1 orang," tegasnya.

(eva/mei)