Birgaldo Sinaga Meninggal, Gubernur Kepri: Selamat Jalan Sahabat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 17:24 WIB
Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga)
Birgaldo Sinaga (Instagram @birgaldo_sinaga)
Jakarta -

Aktivis Birgaldo Sinaga meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit (RS) karena COVID-19. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyampaikan dukacita.

"Selamat jalan sahabat," kata Ansar Ahmad dalam Instagram Story (IG Story) akun pribadinya, @ansarahmadofficial, seperti dilihat, Sabtu (15/5/2021).

Dalam posting-an IG Story tersebut, ungkapan dukacita disampaikan Pemerintah Provinsi Kepri. Diketahui Birgaldo Sinaga merupakan staf khusus Ansar Ahmad.

Birgaldo meninggal pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB di RS Awal Bros Batam.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah ini. Amin YRA," demikian isi ucapan duka tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Birgaldo sempat mengabarkan dirinya sedang menjalani perawatan untuk melawan COVID-19. Birgaldo sempat meminta doa dari para rekan agar dirinya dapat kembali sembuh.

Kabar itu disampaikan Birgaldo lewat akun Instagram pribadinya, @birgaldo_sinaga. Dia mengaku sempat mengalami gejala akibat terpapar virus Corona.

"Sudah 6 hari demam tinggi, mual, nyeri linu2, pusing dan batuk menyerang. Dan akhirnya harus saya katakan saya positif kena Covid 19. Mohon doanya man teman semua... semoga saya bisa menang melawan si covid ini," tulis Birgaldo lima hari lalu.

Pada Kamis (13/5), Birgaldo kembali mengabarkan kondisinya yang menurun. Doa-doa disampaikan, termasuk dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan eks Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Selama hidupnya, Birgaldo dikenal sosok yang dekat dengan kegiatan kemanusiaan. Dia pernah mendampingi kasus bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), yang meninggal dunia karena diduga terlambat mendapatkan penanganan di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Keluarga pun menuntut adanya permintaan maaf dan deklarasi agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Kami tidak akan menuntut angka, tapi kami menuntut permintaan maaf dan deklarasi bahwa rumah sakit ini dan rumah sakit seluruh Indonesia tidak mengulangi kesalahan sehingga kematian Debora menjadi martir bagi kehidupan bayi-bayi lainnya," ucap salah seorang anggota tim advokasi dari pihak keluarga, Birgaldo Sinaga, dalam konferensi pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Dia juga dikenal sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Birgaldo sempat ikut aksi saat mengawal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

(jbr/hri)