Jurus Pemerintah Cegah Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 15:48 WIB
Satgas
Foto: Screenshoot/detikcom
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya mencegah lonjakan kasus COVID-19 usai libur Lebaran. Salah satunya dengan melakukan random test swab antigen dan PCR terhadap para pemudik.

"Tentunya yang kita perlu lakukan ke depan adalah mencegah agar tidak terjadi lonjakan terutama pasca mudik. Pemerintah telah mengambil beberapa langkah antara lain tentunya adanya kewajiban bagi pemerintah untuk melakukan random test di beberapa titik menuju Jakarta," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Libur Lebaran secara virtual, Sabtu (15/5/2021).

"Kemudian dengan langkah mandatory test, mulai tanggal 15 Mei 2021 diberlakukan PCR maupun swab antigen dan diberlakukan random test untuk Pulau jawa di 21 titik menuju Jakarta. Ini diharapkan bisa memonitor mobilitas masyarakat untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus," imbuhnya.

Di samping itu, Airlangga mengungkapkan pemerintah juga telah memperketat PPKM mikro hingga menerapkan isolasi mandiri. Adapun bagi para pemudik yang kedapatan positif COVID-19 wajib melakukan isolasi mandiri di daerahnya masing-masing.

"Dan tentunya kebijakan yang diambil dengan memperketat PPKM Mikro sehingga diharapkan mereka yang terdampak atau dites (hasilnya) positif bisa dilakukan isolasi di daerah masing-masing," ungkapnya.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya juga telah menerapkan beberapa kebijakan guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Hal ini dilakukan dengan mewajibkan masyarakat untuk menunjukkan surat bebas COVID-19 lewat test antigen.

"Kami tentu akan melakukan upaya screening dengan mewajibkan mereka yang telah masuk jalan tol mereka sudah memiliki rapid test antigen. Nah, kalau mereka belum terpaksa kami melakukan random test di titik tertentu di rest area," kata Budi Karya.

Sementara dari segi lalu lintas, pihaknya akan melakukan contra flow jika terjadi lonjakan pada saat arus balik mudik. Bersama Kementerian Kesehatan, pihaknya juga akan melakukan random testing di berbagai kota.

"Kedua, kalau terjadi lonjakan yang over kita akan melakukan contra flow dari segi lalu lintas. Dari segi kesehatan, bersama Kementerian Kesehatan akan melakukan random testing di banyak kota, terutama di seluruh Jawa. Dan mandatory akan kita lakukan di Bakauheni dan Gilimanuk untuk memastikan proses itu berlangsung dengan baik," ungkapnya.

Budi Karya menyebut pihaknya juga akan dibantu oleh Sat Korlantas, baik dalam melakukan monitor lalu linta hingga proses pengecekan bukti rapid test.

"Apa yang kita lakukan sudah dikoordinasikan dengan Sat Korlantas dan mereka akan melakukan manajemen lalu lintas maksimal. Dan tim Dishub, TNI juga membantu baik upaya melakukan rapid test sebelum perjalan dan me-manage perjalanan itu sendiri," paparnya.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo pun meminta agar para Satgas COVID-19 daerah dapat lebih tegas menekan lonjakan kasus. Salah satunya dengan memastikan tidak ada lonjakan mobilitas masyarakat di tempat wisata.

"Mohon Satgas daerah inisiatif jangan sampai aktivitas publik di tempat wisata jangan sampai lebih dari 50%. Kami harapkan Satgas Daerah, terutama unsur Polda harus berani mengambil keputusan langkah-langkah penertiban. Apalagi kalau sampai membahayakan kesehatan masyarakat lebih baik ditutup saja. Dan kita harapkan pengelola pariwisata bisa bekerja sama," katanya.

Ia juga meminta agar seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian jumlah kasus COVID-19 di Indonesia dapat terus ditekan.

"Kepedulian daerah untuk menaati semua peraturan atau kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat kita harapkan bisa terlaksana. Dan juga bantuan dan dukungan dari komponen masyarakat untuk saling mengingatkan tentang mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

(akn/ega)