Disebut 'Otak Sungsang', Busyro Kirim Salam Sayang untuk Ngabalin

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 20:31 WIB
Mahfud MD, Busyro Muqoddas dan Imam Prasodjo mendatangi gedung KPK. Mereka datang terkait dengan pembentukan panitia seleksi (pansel) penasihat KPK.
Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah dan mantan Ketua KPK. (Hasan Alhabshy/detikcom)

Pernyataan Ngabalin yang kontroversial itu disampaikan lewat akun Instagramnya, Kamis (15/5/2021). Dia tidak terima dengan penilaian Busyro bahwa KPK tamat di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan umat yang kuat dan berwibawa, kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini," tulis Ngabalin.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengkritisi Ngabalin. Menurutnya, Ngabalin membuat pernyataan politis, bukan pernyataan substantif-ideologis seperti Busyro. Namun Ngabalin ngegas.

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin Foto: Andhika Prasetia/detikcom

"Pak Busyro itu jangan memposisikan diri seperti pegiat LSM antikorupsi di PP Muhammadiyah, Anwar Abbas ya maksudnya itu (mengkritik). Sama seperti Pak Anwar Abbas, kalau mau berpolitik, masuk saja parpol, enggak usah di Muhammadiyah atau MUI. Kasihan, beliau-beliau itu kan orang baik, orang-orang terhormat," kata Ngabalin kepada wartawan, Kamis (13/5).

Terbaru, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LHKP PWM DIY) menyebut Ngabalin tuna adab.

"Kami menuntut Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin untuk mengklarifikasi dan menyampaikan maaf secara terbuka karena telah mencederai kredibilitas Bapak Busyro Muqoddas selaku Pimpinan Muhammadiyah maupun kepada Keluarga Besar Muhammadiyah yang terusik dan gerah dengan statement ngawur tuna-adab," kata Ketua LHKP PWM DIY Suwandi Danu melalui keterangan tertulis Jumat (14/5).

Halaman

(dnu/imk)