Tentang Ziarah Kubur Saat Lebaran yang Sudah Jadi Tradisi Orang Betawi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 10:29 WIB
TPU Pondok Kelapa, Jakarta, ramai didatangi warga saat akhir pekan. Warga datang untuk berziarah ke makam anggota keluarga menjelang Ramadhan.
Foto: TPU Pondok Kelapa, Jakarta, ramai didatangi warga saat akhir pekan. Warga datang untuk berziarah ke makam anggota keluarga menjelang Ramadhan. (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut tak paham soal ziarah kubur yang sudah tradisi masyarakat Betawi. Tradisi ziarah kubur merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh masyarakat Betawi pada waktu tertentu.

Ridwan Saidi dalam bukunya 'Profil Orang Betawi' menjelaskan bahwa ziarah kubur sendiri memang sudah melekat pada masyarakat Betawi yang dikenal masyarakat Islam tradisional. Ziarah kubur dilakukan rutin setiap tahun pada saat menjelang Ramadhan dan bulan syawal (Idul Fitri).

Bagi masyarakat Betawi, mendoakan orang tua atau keluarga yang telah wafat memang sudah menjadi seperti kewajiban. Sedangkan bagi keluarga yang masih hidup, bersilaturahmi dan meminta maaf juga menjadi kewajiban.

Ziarah kubur masyarakat Betawi juga tak hanya dilakukan saat menjelang Ramadhan atau Syawal, tetapi dilakukan kapan saja. Waktu yang paling ideal adalah Dzulhijjah, Muharam, Rajab dan pertengahan bulan Sya'ban.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah DKI Jakarta diramaikan warga yang melakukan ziarah kubur meski ada larangan selama libur Lebaran dari Pemprov DKI Jakarta. Larangan ini dinilai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Syamsul Ma'arif sebagai bentuk ketidakpahaman Anies terhadap ziarah kubur yang jadi budaya masyarakat Betawi.

"Saya sudah berpendapat bahwa akan lebih baik diatur dari pada dilarang. Diatur secara baik, jauh-jauh hari diimbau, misalnya orang ziarah itu dibatasi satu mobil satu keluarga, satu-dua orang cukup, dipantau secara baik, dari pada larangan," kata Syamsul Ma'arif kepada wartawan, Kamis (13/2/2021).

Menurut Syamsul, ada yang tak konsisten dari keputusan Pemprov DKI Jakarta, semisal tempat hiburan dan wisata dibuka selama libur Lebaran, sementara ziarah kubur dilarang. Ini yang menurut Syamsul cenderung membuat warga melawan.

Lihat juga Video: Warga Tetap Ziarah ke TPU Sirnaraga Bandung Meski Ditutup

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2