Jadi Khatib Salat Id, Bima Arya Bahas Sikap Optimisme di Masa Sulit

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 23:17 WIB
Bima Arya
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi khatib Salat Idul Fitri 1442 H di kediaman pribadinya di bilangan Katulampa, Kota Bogor. Bima melaksanakan Salat Id bersama keluarga besarnya.

Dalam khotbahnya, Bima mengatakan banyak cobaan dan ujian yang dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama pandemi COVID-19 yang telah melanda lebih dari satu tahun. Masalah kesehatan hingga ekonomi membayangi masyarakat Indonesia.

"Tidak sedikit saudara-saudara kita yang telah berpulang ke Rahmatullah mendahului kita, baik karena COVID-19, maupun hal-hal lainnya. Tidak sedikit juga saudara-saudara kita yang ekonominya menurun, pendapatannya berkurang, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan sehingga kemudian hidupnya menjadi lebih sulit," ujar Bima seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (13/5/2021).

Ia mengatakan semua kalangan, baik masyarakat, para pemimpin agama, pemimpin politik, umara di merasakan kesulitannya masing-masing.

"Ikhtiar selalu banyak dihadapkan oleh berbagai macam ujian. Imbauan dari pemerintah kepada warga sangat mengalami banyak ujian ketika warga tidak taat, ketika warga tidak disiplin. Kata-kata dari pemerintah, ucapan, imbauan, juga mengalami banyak ujian ketika banyak yang tidak sepakat. Sekali lagi, masa yang tidak mudah bagi warga, masa yang sangat penuh tantangan dan ujian bagi seluruh pemimpin," papar Bima.

Bima menyatakan, Islam memerintahkan umatnya untuk tidak putus asa, untuk tidak kehilangan harapan. Ia menekankan putus asa dan pesimisme melawan banyak sekali ketetapan dari Sang Pencipta.

"Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu menyalakan harapan, untuk selalu tidak putus mengharap kepada kehendak dari Allah SWT yang Insyaallah maha baik. Mengapa kita harus selalu tidak boleh putus harapan? Karena Alquran menjelaskan juga konsep tentang sunnatullah. Segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah. Segala sesuatu telah diatur dengan sangat pasti oleh Allah SWT. Meyakini sunnatullah adalah salah satu keyakinan dan keimanan kita," urai Bima.

Bima berkisah tentang Nabi Musa yang optimis, hingga mampu melakukan sesuatu yang dianggap mustahil. Saat dikejar oleh Firaun, Nabi Musa berhadapan lautan yang luas, hampir tidak mungkin dilalui oleh manusia.

"Namun dengan penuh optimis. Nabi Musa berkata, sesungguhnya Tuhanku bersamaku yang akan memberikan petunjuknya selalu kepadaku," sambung Bima.

Putra daerah Kota Bogor ini mengajak umat muslim untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Allah selalu punya skenario yang Insya Allah terbaik untuk umatnya.

"Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim. Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah. Marilah kita sama-sama memperbaiki ketakwaan kita kepada Allah SWT dan mari kita doakan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia agar selalu diberikan kesehatan, agar selalu mendapatkan ridho dan barokah dari Allah SWT agar selalu diberikan kekuatan untuk terus menjaga harapan dan tidak putus asa," terang Bima.

Usai salat Id, Bima Arya bersama keluarga melakukan tradisi sungkem. Selain itu, ia menghadiri silaturahmi secara virtual bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan para kepala daerah se-Jawa Barat.



Simak Video "Suasana Vaksinasi Corona untuk Pelayan Publik di Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)