Cak Imin: Gunakan Momentum Hari Raya Lawan Pandemi Bersama!

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 19:31 WIB
Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat Indonesia untuk menyambut suka cita Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Meskipun masih dalam situasi Pandemi COVID-19 sehingga silaturahmi fisik menjadi terbatas, namun Muhaimin mengajak masyarakat tetap bersyukur atas berkah yang diberikan Allah.

"Saya atas nama pribadi, jajaran pimpinan Partai Kebangkitan bangsa dan Wakil ketua DPR RI menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Semoga Lebaran kali ini lebih baik dibanding tahun lalu dan membawa harapan akan keadaan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang," ungkap Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, dalam keterangan tertulis, Kamis (13/5/2021).

Muhaimin menambahkan puasa Ramadhan dan ibadah lain yang dilaksanakan selama bulan suci dapat kian memantapkan hubungan insan dengan Sang Khalik, sekaligus mempererat relasi sesama umat manusia.

"Tentu, bulan suci Ramadhan melatih diri kita untuk semakin taat kepada Sang Pencipta lewat berbagai ibadah-ibadah yang kita kerjakan dan menguatkan hubungan kita dengan sesama. Apalagi Lebaran kali ini juga bertepatan dengan perayaan umat Kristiani, yakni hari Kenaikan Isa Almasih," ulas Cak Imin.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk terus membina solidaritas antar pemeluk agama yang disatukan oleh cita-cita bersama sebagai sesama anak bangsa.

Ia mengatakan, selain menjaga kerukunan antar keyakinan, penting juga untuk saling menjaga keselamatan setiap orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita perlu terus mengingatkan diri pribadi dan lingkungan bahwa ancaman Pandemi COVID-19 masih membayangi sehingga kita harus tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa perayaan keagamaan dan waktu libur bersama," ulas Cak Imin.

Cak Imin menambahkan pemerintah telah membuat kebijakan larangan mudik dengan harapan tidak terjadi penularan COVID-19 yang meluas dari suatu daerah ke daerah lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat wajib saling menjaga satu sama lain dari potensi penularan COVID-19.

Ia juga mendorong Pemerintah untuk menguatkan komunikasi dan koordinasi dengan ulama dan tokoh agama di daerah-daerah dalam rangka mencegah munculnya kasus COVID-19 selama periode lebaran.

(mul/ega)