Round-Up

Pembelaan untuk Kasir Indomaret yang Dimarahi Urusan Top Up Game Online

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 07:33 WIB
Kasir Indomaret dimarahi orang tua dari bocah yang membeli voucher game Rp 800 ribu. (Istimewa)
Foto: Kasir Indomaret dimarahi orang tua dari bocah yang membeli voucher game Rp 800 ribu. (Istimewa)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan dalam situasi pandemi COVID-19, anak-anak memang makin lekat dengan permainan di ponsel pintar (smartphone). KPAI, pada 2020, merilis hasil survei anak menggunakan gadget di luar keperluan belajar 5 jam perhari.

"Dalam perspektif perlindungan anak maka negara, pemerintah, pemerintah daerah, korporasi, keluarga, dan orang tua perlu memberikan proteksi," kata Ketua KPAI Susanto kepada detikcom.

"Hasil survei KPAI tahun 2020, anak menggunakan gadget di luar kepentingan belajar lima jam lebih per hari mencapai 25%," kata Susanto.

Menurut Susanto, semua pihak harus memiliki komitmen melindungi anak, "Jadi dalam kasus tersebut, semua mesti memiliki komitmen yang sama untuk melindungi anak.

Sementara itu soal perlindungan konsumen yang disinggung pria dalam video, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan tak ada pelanggaran terhadap perlindungan konsumen yang dilakukan kasir Indomaret tersebut.

"Sebetulnya tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh pihak kasir minimarket tersebut," kata Sekretaris YLKI Agus Suyatno kepada detikcom.

"Dari mana anak tersebut mendapat uang sebanyak itu tanpa ada kontrol dari orang tuanya. Sebagai konsumen cerdas, tentu orang tua juga perlu bijak dalam mengalokasikan uang belanja untuk anak. Kontrol pertama dilakukan dari rumah/orang tua," tutur Agus.

Ke depan, lanjut Agus, perlu ada aturan yang bisa membuat pihak orang tua lebih aman tanpa dirugikan oleh perilaku belanja anaknya.

"Dengan kejadian ini, ke depan nampaknya perlu ada voluntary self regulation dari private sector dengan menerapkan standar jumlah dibelanjakan dan barang belanja terhadap anak di bawah umur," kata dia.

Indomaret akhirnya angkat bicara terkait video viral kasirnya dimarahi orang tua gegara membiarkan anaknya melakukan top up voucher game online senilai Rp 800 ribu. Menurut Indomaret, pihaknya sudah menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami prinsipnya memberikan layanan dan menerima masukan pelanggan. Mungkin saja situasi dan kejadian di keluarga bapak membuat bapak tersebut datang ke toko memberikan masukan ke kami," kata Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/5/2021).

"Tim toko sudah berusaha jelaskan dan memberikan alternatif untuk coba hubungi call center Unipin," sambungnya.

Wiwiek menyatakan tim kantor cabang Indomaret juga sudah melanjutkan upaya bertemu dengan orang tua anak tersebut. Di kesempatan itu, semua saling klarifikasi dan menjelaskan asal-usul kejadian tersebut.

"Laporan yang kami terima, keluarga dan tim Indomaret sudah ada saling pengertian dan klarifikasi peristiwa tersebut dan keluarga sepakat menarik video tersebut. Team toko kami sudah menanyakan ke anak tersebut. Anak tersebut memberikan jawaban (top up voucher game) untuk digunakan abang dan yang bersangkutan," sambungnya.

Halaman

(aud/man)