Muhaimin Iskandar Soroti Tak Efektifnya Larangan Mudik Pemerintah

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 18:23 WIB
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Foto: dok. PKB
Jakarta -

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyoroti pelaksanaan larangan mudik Idul Fitri yang berlaku mulai 6 Mei-17 Mei 2021. Menurutnya pemerintah kurang melakukan persiapan terkait penerapan kebijakan larangan mudik. Akibatnya terjadi penumpukan di sekitar titik penyekatan.

Seperti yang terjadi dini hari tadi (Rabu 12/5) di jalur Pantura Subang, Jawa Barat. Ribuan pemudik berkendara roda dua yang mengular membuat petugas harus membuka penyekatan dan meloloskan mereka.

Hal yang sama terjadi di pos Tanjungpura, jalur perbatasan Kabupaten bekasi - Karawang. Terlihat adanya penumpukan pemudik bermobil yang kemudian menerobos jalur penyekatan karena jumlah petugas tidak sebanding dengan angka kendaraan yang hendak mudik.

Oleh karena itu, Muhaimin atau yang sering dipanggil Cak imin meminta pemerintah segera memperbaiki pola penerapan kebijakan larangan mudik. Salah satunya melalui langkah dan tata laksana yang tepat sasaran. Dengan begitu aturan larangan mudik tak hanya sekadar formalitas belaka.

"Koordinasi serta kesigapan petugas di lapangan merupakan faktor yang penting,serta kerjasama semua unsur," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Ketua Tim Pengawas Pelansanaan Penanganan Bencana COVID-19 DPR RI ini mengimbau apabila kondisi ini tidak diperhatikan maka ancaman serius ledakan kasus Corona bisa terjadi di Indonesia seusai lebaran.

Cak Imin mengingatkan potret buruk di India karena euforia vaksinasi yang menyebabkan masyarakat abai dengan menggelar kegiatan massal. Dia meminta agar jangan sampai kasus serupa terjadi di RI lewat euforia mudik lebaran.

Oleh karena itu ia menilai diperlukan ketegasan dari aparat dan pemerintah guna mencegah lonjakan kasus COVID-19. Hal ini diiringi oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dan keluarga selama libur lebaran. Apalagi berdasarkan data lapangan tercatat ada 4.123 orang dari 6.742 pemudik terkonfirmasi positif Corona melalui cek acak yang dilakukan pemerintah

Dirinya berharap langkah strategis selanjutnya juga diterapkan pemerintah daerah tujuan pemudik. Pengawasan ketat, disiplin karantina dan pendataan ulang setiap pemudik dan melakukan test swab harus diterapkan bagi mereka yang memang memaksakan diri untuk tetap pulang kampung.

Simak video 'DPR Minta Pemerintah Adil: Mudik Dilarang, Tapi WNA Datang ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)