Round-Up

Keanehan di Balik Ratusan Anak Buah Anies Tak Mau Isi Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 07:49 WIB
Sejumlah pegawai PNS melakuan  upacara HUT DKI Jakarta ke-493 dengan melakukan protokol kesehatan physical distancing di kawasan kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (22/6). Upacara perdana di masa pandemi COVID-19 tersebut hanya melibatkan 50 peserta upacara dan mengutamakan ketentuan protokol kesehatan.
Foto ilustrasi, para ASN di depan Gedung Blok G Balai Kota Jakarta. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Aneh tapi nyata. Ratusan anak buah Anies Baswedan tidak mau mengisi jabatan yang levelnya lebih tinggi ketimbang yang mereka emban sekarang. Kenapa sih mereka emoh?

Keanehan ini berawal saat Gubernur DKI Jakarta itu marah-marah. Anies menjemur para aparatur sipil negara (ASN) lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu di depan Gedung Blok G Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, pada Senin (10/5) kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB.

Anies merasa 239 pejabat nonadministrator tersebut tidak menjalankan instruksinya karena tidak mendaftar seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon 2. Padahal, mereka sudah lolos administrasi. Anies marah karena merasa instruksinya diabaikan oleh ratusan orang itu. Ini memalukan.

"Malu, kenapa ada instruksi tidak dilaksanakan. Siang hari ini jadi pesan untuk semua bahwa setiap ada instruksi maka harus apa? Dilaksanakan bukan dilewatkan, yang berkumpul di sini yang melewatkan," kata Anies.

Anies Baswedan ulang tahun ke-52 (Instagram Anies Baswedan)Anies Baswedan (Instagram Anies Baswedan)

Ada 17 jabatan eselon 2 yang dilelang. Ke-239 ASN itu sebenarnya sudah bisa mendaftar, tapi tidak dilakukan. Kenapa sih kok ogah?

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mencium keanehan ini. Bagaimana mungkin orang-orang tidak mau naik jabatan? Di sisi lain, banyak pula SKPD kosong dan hanya diemban oleh pelaksana tugas (Plt).

"Kalau seperti itu kejadiannya memang aneh. Artinya, ada yang salah pada tatanan birokrasi dan regenerasi yang berjalan di Pemprov DKI Jakarta. Masa ada ratusan orang nggak mau menduduki jabatan, ini ada apa?" kata Prasetio dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Sachril Agustin Berutu/detikcom)Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Simak juga video 'Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege'':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, komentar Wagub DKI Ahmad Riza Patria:

Selanjutnya
Halaman
1 2