Demo ke Istana, Adapsi Sayangkan Sikap Parade Nusantara
Jumat, 10 Mar 2006 23:10 WIB
Jakarta -
Aksi Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa Nusantara (Parade Nusantara)yang berdemo ke istana disayangkan rekannya. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Adapsi) menilai Parede kurang sabar.Ketua Umum Adapsi, Suwardjo Hendro Wiyono menyatakan, Adapsi sangat menyayangkan sikap teman-temannya di Parade Nusantara. Meski begitu, Suwardjo mengaku tak akan melakukan demo tandigan."Kami sudah sepakat tak akan ada demo tandingan, kami akan terus berusaha dengan cara yang lebih santun. Rencanaya kami akan menggelar Silatnas dengan SBY 16 Maret nanti, namun belum dipastikan lebih lanjut," kata Suwardjo kepada wartawan di Depdagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (10/03/2006).Menurut Suwardjo, sebenarnya apa yang dituntut oleh Parade Nusantara sudah menjadi agenda Adapsi, "Kami menggunakan mekanisme yang benar, mengapa mereka tidak sabar?" tambahnya.Sementara itu menurut Dirjen Pemerintahan Desa, Persadaan Girsang, salah satu tuntutan Parade Nusantara yaitu kenaikan gaji dan tunjangan sudah dikonsultasikan. Saat ini sedang dibahas dan sudah hampir clear."Secara konseptual sudah diselasaikan. Cuma kemarin sedikit terlambat, PP telat keluar sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) untuk APBD 2006 telanjur dipakai daerah lain. Dengan demikian ini baru bisa dijalankan 2007," kata Girsang.Namun untuk tuntutan lain seperti perpanjangan masa jabatan, Girsang mengatakan itu adalah masalah undang-undang. "Artinya harus merevisi undang-undang. Semua harus diinventarisir terlebih dahulu. Berapa propinsi yang setuju soal itu. Di Sumatera Utara, orang gak mau jadi kepala desa dua kali, kalau perlu malah berhenti. Lain dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Girsang.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































